FAKTA – Puluhan Wartawan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat silahturahmi dengan Bupati Lahat Bursah Zarnubi dirumah Dinas membahas persiapan pelantikan yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 April 2026 mendatang
Kedatangan Pengurus PWI Lahat Disambut dengan Keakraban di rumah dinas pendopoan Bupati Lahat oleh Bupati Lahat Bursah Zarnubi.
Dalam kesempatan itu Ketua PWI LAHAT Terpilih Edi Amin wartawan Sripoku.com menyampaikan kepada Bupati Lahat setelah hasil Konfercab PWI Lahat yang dilaksanakan di Hotel Bukit Serelo ada tiga Calon Ketua PWI Lahat Edi Amin, Thahrim, Dian Pemimpin Redaksi lahatpos.co Mengundurkan diri, dari pemilihan Ketua PWI Lahat, akhirnya Edhi Amin unggul satu suara dari sdr, Thahrim dalam proses konfercab PWI Lahat Dihadiri Pengurus PWI Sumsel, di jelaskan oleh Amin kepada Bupati Lahat Bursah Zarnubi.
Edhi Amin menjelaskan kepada Bursah Zarnubi kehadiran kami bertemu dengan Bupati Lahat bang ” Bursah mengaku dalam audiensi bersama rekan rekan wartawan dalam rangka persiapan Pelantikan Pengurus PWI Lahat Priode 2026 – 2029.
Edi juga meminta kepada Bupati Lahat Bursah Zarnubi untuk bisa hadir dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus PWI Lahat rencananya pada tanggal 27 April mendatang,
Bupati Lahat Bursah Zarnubi mengucapkan terimakasih atas pertemuan dan audensi rekan rekan media malam ini terutama saya mengucapkan kepada sdr, ketua PWI Lahat Edhi Amin selamat atas terpilih sebagai Ketua PWI Lahat Priode 2026 – 2029,
Pesan Bupati Lahat kita tetap sinergi dalam mendukung program pemerintah kabupaten Lahat untuk mensukseskan pembangunan sesuai “Visi dan misi Menata Kota Membangun Desa” kepada awak media yang hadir malam ini.
“Selain itu agar wartawan untuk dapat dalam menyampaikan informasi melalui karya jurnalistik tetap memberikan yang terbaik informasi yang benar dan akurat sesuai kode etik profesi jurnalis,” ucapnya.
Bursah Zarnubi mengaku Saya siap di kritik asalkan yang sifatnya membangun untuk kebaikan kabupaten Lahat.
“Saya siap dikritik dari rekan rekan wartawan demi masukan yang positif untuk mengevaluasi sesuai fakta dilapangan sebelum di publish harus dibaca dulu agar karya jurnalistik tidak terjadi kesalahan sebelum kejar tayang di online, benar benar ini akurat dan berimbang,” tutup Bursah Zarnubi.
(Bambang MD)






