FAKTA – Pemerintah Kabupaten Tabalong bersama PT Pertamina EP Tanjung Field menggelar sahur bersama pada 5 Maret 2026 di Hotel Aston Tanjung. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi antara pemerintah daerah dan perusahaan terkait sinergi program corporate social responsibility atau CSR serta capaian kinerja produksi migas di wilayah operasional Tabalong.
Dalam kegiatan silaturahmi yang dikemas dengan sahur bersama ini, pihak Pertamina memaparkan sejumlah program CSR yang telah berjalan di Kabupaten Tabalong, di antaranya program pada bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sekitar wilayah operasionalnya.
Menanggapi program CSR tersebut, Bupati Tabalong Haji Fani meminta PT Pertamina untuk menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dalam merumuskannya, sehingga program CSR Pertamina dapat sejalan dengan program prioritas Tabalong Smart dan tidak terjadi tumpang tindih program di masyarakat.
“Dari presentasi Pak Charlie dan Pak Dharma tadi ada beberapa hal yang mungkin bisa kita kolaborasikan, yaitu pertama terkait program CSR. Saya dulu pernah menjabat sebagai Kepala Bapperida Tabalong, itu memang untuk dana CSR walaupun tidak ada kewajiban. Jadi sebaiknya kita koordinasi dulu. Kenapa? Yang pertama supaya program CSR dari Pertamina ini bisa disupport langsung juga dari program prioritas saya. Yang kedua tidak akan ada overlapping, karena mohon maaf ini Pak, ini bantuannya sama, ini bapak bantu kami juga membantu. Jadi kita ingin sinergi kita ini maksimal untuk masyarakat,” ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Pada kesempatan ini, pihak PT Pertamina EP Tanjung Field juga menyampaikan capaian kinerja produksi migas di wilayah kerjanya yang meningkat. Head of Communication Relation dan CID Zona 9 PT Pertamina, Dharma Saputra, menjelaskan peningkatan produksi minyak tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, namun juga membuka peluang peningkatan kualitas program CSR serta pelibatan masyarakat di daerah operasi.
Sementara itu, Field Manager Pertamina EP Tanjung Field, Charlie Parmanongan Nainggolan, menambahkan pada tahun 2025 Pertamina Tanjung berhasil melampaui target produksi yang ditetapkan pemerintah melalui SKK Migas dengan pencapaian mencapai 106 persen. Bahkan, Pertamina Tanjung menjadi satu-satunya unit di Zona 9 yang mampu mencatatkan kinerja revenue positif di tengah tantangan penurunan harga minyak global.
“Nah ini nilai kerja ini terkait dengan produksi yang kita sampaikan tadi. Dalam hal ini kita bisa mempertahankan dan meningkatkan produksi minyak. Yang menarik, kalau produksi meningkat tentu saja program-program CSR pengembangan pelibatan masyarakat bisa kita jalankan dengan lebih berkualitas disertai dengan kebijakan daerah,” kata Dharma Saputra, Head of Communication Relation & CID Zona 9 PT Pertamina.
“Untuk di 2025, Pertamina Tanjung berhasil meraih target di atas dari yang sudah diberikan oleh pemerintah dalam hal ini SKK Migas, yaitu pencapaiannya 106 persen dari target yang sudah diberikan. Alhamdulillah memang dengan tantangan yang cukup berat di 2025 terkait juga harga minyak yang sangat turun, Pertamina Tanjung juga berhasil membukukan revenue dalam perusahaan. Kebetulan kita di Zona 9 ini khususnya di bawah Pertamina EP, Pertamina Tanjung menjadi satu-satunya yang positif dalam hal revenue,” ujar Charlie Parmanongan Nainggolan, Field Manager Pertamina EP Tanjung Field.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan migas, diharapkan program CSR dan kinerja produksi yang terus meningkat dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat peran sektor migas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tabalong. (tbl/eya)






