Pemkab Balangan Tingkatkan Kualitas Produksi Karet

Bupati Balangan, H Ansharuddin, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Tuhalus, saat melakukan panen karet perdana di Desa Kalahiang, Kecamatan Paringin.
Bupati Balangan, H Ansharuddin, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Tuhalus, saat melakukan panen karet perdana di Desa Kalahiang, Kecamatan Paringin.

Ansharuddin : Tuntaskan Tiga Program Prioritas Sektor Industri Pada 2020

Bupati Balangan, H Ansharuddin, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Tuhalus, saat melakukan panen karet perdana di Desa Kalahiang, Kecamatan Paringin.
Bupati Balangan, H Ansharuddin, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Tuhalus, saat melakukan panen karet perdana di Desa Kalahiang, Kecamatan Paringin.

BUPATI Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H Ansharuddin, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Adaro Bangun Negeri karena telah banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat Balangan, seperti halnya kepada para petani karet di Bumi Sanggam.

Karet merupakan komoditas yang masih menjadi primadona bagi warga Balangan. Tercatat pada tahun 2017 lalu ada 35.000 hektar lahan yang masih produksi dan menghasilkan sekitar 28.000 ton produk karet.

Ansharuddin menambahkan, permasalahan yang timbul adalah masyarakat yang ingin hasil instan. Pagi menyadap, sore sudah bisa dijual. Akibatnya, harga karet pun menjadi murah dan hal ini malah jadi polemik di masyarakat.

Namun Pemerintah Kabupaten Balangan tidak akan tinggal diam. Tahun 2019 rencananya petani karet akan dibantu penyaluran deorob secara cuma-cuma tapi sesuai prosedur untuk meningkatkan kualitas karet hingga nilainya pun otomatis ikut bertambah.

Petani karet di Kabupaten Balangan, sepertinya belum bisa meraup untung maksimal di tengah kecenderungan harga karet yang terus merosot. Menurut Bupati Balangan, Ansharuddin, harga karet di tingkat petani pada periode Mei 2018 sebesar Rp 6 ribu per kilogram, anjlok ketimbang harga pada Januari lalu sebesar Rp 8 ribu per kilogram.

Melihat kondisi ini, Ansharuddin melakukan langkah agar mutu dan harga karet di Balangan stabil. Ia bertekad menjadikan harga karet di tingkat petani stabil di kisaran Rp 8 ribu – 10 ribu per kilogram.

Salah satu caranya adalah melakukan sosialisasi serta program pendampingan kepada petani agar hasil tanaman karet kualitasnya meningkat dan harganya pun menjadi naik.

Ansharuddin optimis harga karet di Balangan akan pulih kembali sehingga menggairahkan petani untuk menanam. Saat ini Kabupaten Balangan meproduksi karet kurang lebih 23 ribu ton per tahun. Adapun luasan kebun karet rakyat 34 ribu hektar dan kebun karet swasta sebanyak 636 hektar. Ia terus menggencarkan pelatihan ke petani agar terwujud peningkatan mutu karet asal Balangan.

Menurut Ansharudin, Pemkab Balangan sudah menggandeng beberapa investor untuk membangun pabrik karet sebagai upaya hilirisasi bahan baku karet. Ia berharap Kabupaten Balangan nantinya bisa menjual produk turunan karet seperti ban, tidak sekedar menjual karet dalam bentuk mentah.

Pengembangan industri daerah sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menyerap tenaga kerja lokal. Selain itu, kata dia, hilirisasi karet mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi ia bertekad menuntaskan tiga program prioritas sektor industri pada 2020, yakni karet, keramik, dan gula aren.

Ansharuddin mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Adaro Bangun Negeri, dikarenakan setelah menjalani proses selama 6 tahun sejak tahun 2012, salah satu koperasi di Bumi Sanggam yaitu Koperasi Sungai Kihung Lestari di Desa Kalahiang, Kecamatan Paringin, yang bersinergi dengan Yayasan Adaro Bangun Negeri pada proses pengembangan kebun karet unggul akhirnya memanen hasilnya.

Beberapa waktu lalu ketika panen perdana yang juga dihadiri oleh Bupati Balangan, Ansharuddin, sukses menghasilkan karet berkualitas dan punya nilai jual yang tinggi di pasaran. Rata-rata harga jual karet dari kebun yang dikelola petani karet yang tergabung dalam Koperasi Sungai Kihung Lestari sebesar Rp 9 ribu hingga Rp 11 ribu per kilogram.

Bahkan selain karet kualitas unggul, Koperasi Sungai Kihung Lestari juga memproduksi dan menghasilkan asap cair yang digunakan untuk mengolah karet dan menghasilkan omzet sebesar Rp 5 juta per bulan. Ke depannya Koperasi Sungai Kihung Lestari diharapkan menjadi semakin besar dan profesional hingga mampu berbisnis dengan mitra yang kompeten.

Tanaman karet dari Kabupaten Balangan, baik bibit maupun getah yang dihasilkannya, secara umum bisa dikatakan yang terbaik untuk wilayah Kalimantan Selatan. Terbukti sampai sekarang penangkaran bibit karet di Balangan sudah melayani permintaan dari luar daerah, bahkan sampai ke wilayah provinsi tetangga seperti Kalteng.

Banyaknya permintaan oleh pengusaha dan kelompok tani terhadap bibit karet asal dari pembibitan di Paringin, Kabupaten Balangan, dinilai akan menguntungkan warga petani setempat.

Pemkab Balangan melalui instansi terkait akan terus memfasilitasi warga petani dalam upaya pengembangan usaha ekonomi kerakyatan dan telah memberlakukan skala prioritas untuk sektor usaha perkebunan sebagai salah satu bidang pembangunan usaha ekonomi kerakyatan.

Program yang selama ini telah dijalankan di antaranya melalui pemberian bantuan bibit karet unggul, perluasan dan peningkatan lahan kebun serta meningkatkan intensitas kegiatan peremajaan dan penyuluhan.

Meski saat ini kawasan perkebunan dinilai sudah cukup, namun selama masih dapat dikelola secara baik usaha perkebunan karet akan terus dilakukan. Program penambahan tanaman karet dan perluasan kawasan perkebunan di wilayah Kabupaten Balangan akan terus menjadi program kerja pemerintah daerah bersama kelompok tani.

Hal tersebut dilakukan karena bukan hanya menguntungkan secara materi, tetapi karena perkebunan karet di  Balangan saat ini telah menjadi ikon daerah sehingga perlu dikembangkan sebagai industri dengan pengelolaan profesional.

Menyikapi turunnya harga karet di Kabupaten Balangan, ada beberapa upaya untuk berusaha agar harga karet membaik, salah satunya dengan terus melakukan pengkajian atas wacana pembangunan pabrik karet.

Solusilainnya yaitu pembinaan kepada kelompok tani di Balangan semakin diintensifkan agar kualitas karet yang dijual semakin bagus dan terjaga. Jika kualitas karetnya bagus maka harga jualnya pasti dengan harga maksimal.

Perkembangan harga karet di Kabupaten Balangan memang masih berfluktuasi di setiap wilayah, di Kecamatan Juai tepatnya di Desa Hamarung harga karet hanya berkisar Rp 4.500,- sampai Rp 5.700. Sementara itu di Lampihong harga karet terbilang lebih baik yaitu berkisar antara Rp 6.500,- sampai Rp 7.000. Tergantung kualitas karetnya, untuk di Lampihong paling tinggi harganya Rp 7.000.

Secara terpisah Kepala Dinas Pertanian Balangan, Tuhalus, mengklaim kualitas harga karet yang dijual masyarakat tahun ini meningkat lebih baik dari tahun sebelumnya. Ia juga mengklaim harga karet saat ini sudah mulai tinggi sesuai dengan harapan pemerintah yaitu Rp 7.000,- bahkan lebih. Karena masyarakat semakin sadar harga karet saat ini tergantung kualitasnya, yaitu kadar air di dalam karet.

Tuhalus memastikan bahwa harga karet murah itu disebabkan usai panen langsung dijual atau hanya berumur satu hari. Saat dipanen kemudian langsung dijual kadar air di dalam karet masih tinggi, inilah penyebab harganya murah.

“Saat ini harga karet di Balangan rata-rata usai dipanen langsung dijual Rp 6.200, karet berumur tiga hari dijual Rp 6.500,- dan yang berumur seminggu dijual Rp 7.200,” ungkap Tuhalus.

Lebih lanjut, menurut Tuhalus, harga karet akan semakin tinggi apabila tingkat kekeringannya baik. Yang menjadi persoalan pemerintah adalah tak bisa sepenuhnya menahan masyarakat agar usai panen didiamkan dulu sampai satu minggu baru kemudian dijual.

Intinya, tergantung masyarakat. Bagi yang kebutuhannya mendesak, ada yang menjual langsung usai panen. Bagi yang ingin harganya mahal biasanya mereka diamkan dulu agar kering.

Apalagi, menurutnya, saat ini khusus daerah atas seperti AjungTebing Tinggi harga karet bisa tembus kisaran Rp 8.000,- sampai Rp 8.500.

Jadi pihak pemerintah terus menyarankan kepada masyarakat agar sebaiknya menjual karet yang sudah berumur satu minggu, karena harganya tidak akan kurang dari Rp 7.000.

Selain itu upaya Pemkab Balangan lainnya adalah dengan berfokus meningkatkan produksi karet dengan membantu deorob atau pembeku karet latek untuk Balangan dengan anggaran Rp 1,8 miliar. (Tim)