FAKTA – Sebagai upaya menindaklanjuti program Pemerintah tentang Ketahanan pangan nasional, Pemerintahan Desa (Pemdes) Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur siap mendukung dan melaksanakan program tersebut, dengan langkah awal memperbaiki sarana jaringan irigasi yang selama ini belum beroperasi secara optimal.
Pembangunan jaringan irigasi itu berlokasi di dsn Mojoduwur lor dengan total anggaran dana yang dipersiapkan sebesar Rp97.523.000 yang merupakan anggaran ADD tahun 2025, diperkirakan pembangunan akan memakan waktu selama 12 bulan, adapun manfaat pembangunan jaringan irigasi adalah memperlancar aliran air sungai yang menuju area persawahan, sehingga mempermudah petani untuk mendapatkan pasokan air sehingga bisa meningkatkan produktivitas pertanian.
Kepala Desa Mojoduwur Imam Baihaki, menjelaskan tentang arti pentingnya saluran irigasi bagi pertanian, yaitu untuk memenuhi kebutuhan tanaman, mengatasi kekeringan dan menjaga kelembaban tanah, sehingga bisa meningkatkan produktivitas, kualitas panen serta ketahanan pangan.
Imam menambahkan, dengan memastikan air tersedia saat dibutuhkan, baik musim kemarau maupun hujan, saluran ini juga berfungsi untuk mengontrol mengukur aliran sungai secara efesien ke berbagai petak lahan pertanian.
“Kita tahu fungsi dari irigasi yaitu menyediakan air, memastikan pasokan air yang cukup dan stabil untuk tanaman terutama di daerah kurang hujan, mengatasi kekeringan,” katanya.
Artinya, lanjut Imam, memungkinkan pertanian tetap berjalan pada musim kemarau panjang dan juga untuk mengatur pertumbuhan tanaman yang memungkinkan petani mengatur jadwal penyiraman disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman, jaringan irigasi, bukan sekadar saluran air, namun juga merupakan urat nadi pertanian.
“Tanpa saluran air yang lancar, sawah kita akan kering hasil panen menurun dan petani akan merugi, maka pengairan rutin sangat penting agar fungsinya tetap optimal,” pungkasnya.(Muk)






