Daerah  

Pembangunan Puskesmas Gagal, Masyarakat Margasari Tegal Kecewa Tuntut Bupati Turun Tangan

Harjo Rasdi mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal (kaos putih) sekaligus tokoh masyarakat kecamatan Margasari merasa kecewa dengan Pemkab Tegal yang gagal membangun Puskesmas Margasari.

FAKTA – Dua tokoh masyarakat Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah angkat bicara terkait kegagalan pembangunan Puskesmas Margasari. Dua tokoh tersebut masing-masing, Harjo Rasdi, mantan anggota DPRD yang dikenal vokal dan Eko Rianto, Kepala Desa Margasari.

Harjo Rasdi saat ditemui di rumahnya, Rabu, 7 Januari 2026 menyatakan, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal melalui Dinas Kesehatan dianggap tidak serius dalam melaksanakan pembangunan Puskesmas. Padahal dalam APBD Tahun 2025 kemarin sudah dianggarkan untuk pembangunan Puskesmas Margasari.

“Kami selaku warga Margasari merasa kecewa dan dirugikan dengan keberadaan Puskemas di sini yang menurut Saya tidak layak dan terlalu kecil. Padahal penduduk masyarakat Margasari sangat banyak yang butuh pelayanan kesehatan. Sedangkan saat ini keberadaan Puskemas di Kecamatan lain sudah besar dan mewah. Hendaknya Pemkab Tegal jangan membuat kesenjangan masyarakat Margasari,” ujar Harjo, dengan vokal tegas.

Untuk itu diharapkan Harjo Rasdi, melihat kondisi demikian dengan kegagalan pembangunan Puskesmas Margasari, Bupati harus peka. Segera turun ke bawah dan mengambil solusi terbaik untuk merealisasikan pembangunan Puskesmas Margasari yang sangat penting untuk melayani kesehatan masyarakat.

“Proses pembangunan Puskesmas harus matang, mulai dari sosialisasi, perencaan anggaran dan pelaksanaan. Karena sangat ironis, anggaran sudah disiapkan tapi gagal pelaksanaannya,” ujar Harjo Rasdi.

Sementara hal senada disampaikan Eko Rianto, Kepala Desa Margasari saat dikonfirmasi di kantor balai desa, Rabu, 7 Januari 2026.

Menurut Eko, kegagalan pembangunan Puskesmas Margasari dikarenakan tanah yang akan dibangun masih bermasalah. Pihak Pemkab Tegal belum melakukan tukar guling dengan Perhutani, karena tanah untuk pembangunan Puskesmas masih milik Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Dengan demikian proses pembangunan Puskesmas Margasari mengalami kendala. Dirinya selaku Kepala Desa minta pada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal untuk bisa mengambil langkah terbaik, biar ada realisasi Dibangunnya Puskesmas yang layak, tutur Eko Bagol, panggilan akrab Kades Margasari.

Untuk mengklarifikasi permasalahan kegagalan pembangunan Puskesmas Margasari, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal saat dihubungi di Kantornya, tidak ada di tempat. Melalui ponselnya belum ada jawaban. (Herman Mo)