FAKTA – Langit di atas Pendopo Kawedanan Singosari mungkin tampak mendung pada Rabu pagi (11/3/2026), namun suasana di bawah atap joglonya justru kontras 180 derajat. Gemuruh tawa dan sorak-sorai ratusan bocah pecah, mengalahkan sunyinya udara kabupaten yang mulai mendingin. Hari itu, mereka tidak sekadar hadir untuk sebuah seremoni, melainkan untuk menjemput fragmen kebahagiaan yang dibawa oleh rombongan PT Anugerah Citra Abadi (ACA).
Memasuki hari kesepuluh dalam rangkaian Safari Ramadan Pekan Islami XIX, PT ACA kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya. Dua titik strategis di wilayah utara Kabupaten Malang—Kecamatan Singosari dan Kecamatan Lawang—menjadi panggung bagi distribusi kepedulian yang telah menjadi tradisi selama hampir dua dekade.
Sebanyak 1.140 paket santunan ditebar dalam sehari. Secara rinci, 679 paket diserahkan di Singosari, disusul 461 paket untuk anak-anak di wilayah Lawang. Namun, bagi Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan, deretan angka tersebut bukanlah poin utama.
“Melihat mereka tertawa adalah energi bagi kami. Hadiah-hadiah kecil yang diberikan bukan sekadar materi, tapi bentuk apresiasi atas keberanian dan keceriaan mereka,” ujar salah satu perwakilan tim rombongan di sela acara.
Strategi “mencairkan suasana” pun dilakukan dengan apik. Kehadiran badut sulap dari B.O.C Kids menjadi magnet utama. Trik-trik ajaib dan tingkah jenaka para penghibur ini berhasil meruntuhkan dinding kecanggungan, mengubah wajah-wajah malu menjadi tawa lepas yang barangkali jarang mereka rasakan di hari-hari biasa.
Puncak emosional acara terjadi saat Iwan Kurniawan turun langsung ke tengah kerumunan anak-anak. Sosok pengusaha yang dikenal bertangan dingin di dunia properti ini menanggalkan formalitasnya. Ia berbaur, melempar tantangan pertanyaan sederhana, hingga mengajak anak-anak berjoget bersama dalam suasana kekeluargaan yang kental.
Bagi Iwan, Pekan Islami ini adalah panggilan jiwa yang melampaui urusan bisnis. Konsistensi menjaga ritme kegiatan sosial selama 19 tahun bukanlah perkara mudah, namun ikatan batin yang terbangun dengan warga Malang Raya menjadi bahan bakar utama yang tak pernah padam.
Bergeser ke titik kedua di Pendopo Kecamatan Lawang, semangat yang sama tetap menyala. Camat Lawang, Nur Soleh Hidayat, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyambut rombongan. Baginya, apa yang dilakukan PT ACA adalah sebuah fenomena langka di dunia korporasi.
“Kami mewakili anak-anak di Lawang mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Bapak Iwan Kurniawan membuktikan bahwa bisnis bukan hanya soal profit, tapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” ungkap Nur Soleh dengan nada bangga.
Ia juga menyisipkan pesan mendalam agar aksi nyata ini menjadi benchmark atau inspirasi bagi para pelaku usaha lain di Malang Raya. Menurutnya, jika kepedulian kolektif seperti ini masif dilakukan, beban hidup masyarakat kecil akan terasa jauh lebih ringan.
Hingga hari ke-10, PT ACA terus membuktikan posisinya bukan sekadar entitas bisnis, melainkan bagian dari denyut nadi sosial masyarakat Malang. Pekan Islami XIX menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal titik henti.
Langkah kaki rombongan mungkin akan terus berlanjut menyisir kecamatan-kecamatan lain di Malang Raya, namun jejak kebahagiaan yang ditinggalkan di Singosari dan Lawang hari ini dipastikan akan membekas lama di ingatan dan hati anak-anak yatim tersebut. Sebuah catatan tentang bagaimana sebuah senyuman bisa menjadi investasi paling berharga di bulan suci. (F.1116)






