Majalahfakta.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Surabaya menargetkan 10 kursi di dewan legeslatif pada tahun 2024. Seiring dengan target tersebut, mulai sekarang sudah mempersiapkan para kader yang memenuhi tiga hal yakni kapasitas, elektabilitas dan isilatitas.
“Partai Gelora DPD Kota Surabaya akan mematangkan para kader menuju 2024. Dalam kesempatan ini kita buka diskusi terkait perkembangan Partai Gelora Kota Surabaya, sekaligus meresmikan kantor baru serta halal bihalal pengurus dan anggota,” ujar Dody Eka Putra, Minggu (13/6/2021) di Ruko Klampis Aji 1 No 29 Blok Z, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya.
Cak Doddy -panggilan akrab Dody Eka Putra dalam peresmian kantor baru didampingi Sekjen Dedy Yulianto. Juga hadir pengurus DPD Kota Surabaya, jajaran pengurus teritorial daerah pemilihan (Dapil) wilayah satu dan lima. Pimpinan Anak Cabang (PAC) seluruh wilayah Kota Surabaya.
Turut hadir Kepala Bagian Daerah (Kabangda), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gus Subhan beserta pendampingnya Majelis Pengurus Pusat (MPP) mengulas kembali untuk persiapkan diri dari tiga hal kapasitas, elektabilitas dan isilatitas.
Dalam acara diskusi yang digelar juga dihadiri seluruh kader Pengurus DPC/PAC Kota Surabaya. Sejak Surat Keputusan (SK) DPD 31 Agustus 2019, Cak Doddy memikul tanggung jawab untuk mempersiapkan para kader profesional, amanah dan bertanggung Jawab untuk menjadi calon pemimpin kader Partai Gelora terbaik di tahun 2024 – 2029.
Gus Subhan mengatakan, satu – satunya partai yang menggunakan sistem pendaftaran secara digital hanya Partai Gelora. Caranya pun relatif mudah hanya tinggal diunduh di playstore. “Alhamdulillah Sidoarjo dan Surabaya sudah mencapai 40 ribu kader partai,” ujarnya.
Lebih lanjut Gus Subhan mengatakan, meminta agar semua memelihara kantor baru, yang sudah dimiliki. Juga bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya, sehingga keberadaan kantor baru ini, bisa menjadi contoh dalam memberikan kinerja kebersamaan juga termotivasi dengan semangat kebersamaan.
Dalam kegiatan ini juga diterapkan protokol kesehatan (prokes), para anggota kader harus mematuhi prokes. Di halaman kantor dipersiapkan tempat cuci tangan, masker dan selalu menjaga jarak. (rud/ren)






