banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Pakde Karwo Apresiasi Konsep Pariwisata Pemerintah Pusat

473 views


Gubernur Jatim, H Soekarwo alias Pakde Karwo
Gubernur Jatim, H Soekarwo alias Pakde Karwo

GUBERNUR Jawa Timur, H Soekarwo alias Pakde Karwo, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi rencana pemerintah pusat untuk menerapkan konsep pariwisata satu manajemen. Apalagi rata-rata kunjungan wisatawan manca negara di Jawa Timur selama 6,21 hari, sehingga konsep satu manajemen akan semakin menambah lebih banyak pilihan tempat wisata. “Masyarakatnya sangat ramah dan open minded. Jawa Timur akan mendukung pengembangan pariwisata berbasis ekonomi lokal,” ujar Pakde Karwo.
Selain Gunung Bromo, menurut Pakde Karwo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemkab Mojokerto kini mengembangkan destinasi rumah Mojopahit sebagai tempat wisata di Desa Bejijong, Trowulan. Nantinya, rumah tersebut berbentuk restorasi Mojopahit yang menjadi kekayaan kultural yang menjadi destinasi baru serta obat rindu masyarakat tentang kemashuran dan kebesaran kerajaan yang tersohor sampai ke seluruh penjuru dunia tersebut.
Masih menurut Pakde Karwo, pengembangan wisata destinasi Mojopahit ke depan memiliki prospek menjanjikan. Sebab, Mojokerto selain sebagai tempat kerajaan Mojopahit, wisata alamnya juga sangat bagus dan mendukung. Seperti Gunung Penanggungan merupakan tempat atau gunung satu-satunya di dunia yang memiliki tempat ditemukannya 222 candi yang masih asli.
Selain Menpar dan Pakde Karwo, narasumber yang hadir dalam kesempatan ini yaitu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyampaikan inovasi dan terobosan Banyuwangi terkait pengembangan pariwisata di daerahnya. Sementara Dirut PT Pelindo III, Djarwo Surjanto, menjelaskan konsep integrasi pelabuhan dan wisata.
Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, mengatakan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan destinasi wisata terbaik nasional. Salah satu yang menjadi perhatian dan prioritas nasional adalah wisata Bromo-Tengger-Semeru. “Saat ini pemerintah berupaya mempercepat pengembangan 10 destinasi prioritas nasional. Kami menargetkan segera terbentuk 10 Bali Baru di Indonesia. Termasuk Jawa Timur di antaranya Bromo-Tengger-Semeru,” ungkapnya, Kamis (14/4), usai menyampaikan materi pada acara Ruang Ide bertajuk “Pariwisata Pilar Utama Bangkitkan Ekonomi Daerah” di Graha Pena Surabaya.
Lebih lanjut Arief Yahya menjelaskan, percepatan pembangunan ditindaklanjuti dengan membentuk manajeman yang terintegrasi atau Single Destination, Single Management. Perwujudan dari manajemen terpadu ini adalah pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Badan Otorita Pariwisata (BOP). “Jadi selama ini masih Single Destination, Multi Management. Justru hal itu membuat sulit berkembang, sehingga nanti pengelolaannya harus satu manajemen. Tidak boleh ada lagi pertentangan antara bupati yang satu dengan bupati yang lain,” tegasnya.
Sesuai arahan presiden, pemerintah daerah diminta secara serius dan konkrit mendukung dan melaksanakan upaya percepatan pembangunan 10 destinasi pariwisata prioritas nasional. Penetapan 10 destinasi prioritas ini merupakan amanat presiden melalui surat Sekretariat Kabinet No.B 652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 6 November 2015 perihal Arahan Presiden Republik Indonesia Mengenai Pariwisata. “Ini arahan langsung presiden pada Sidang Kabinet Awal Tahun pada tanggal 4 Januari 2016, bukan Kementerian Pariwisata. Artinya, pemerintah mulai dari pusat hingga daerah harus bahu-membahu memajukan pariwisata agar bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi,” tuturnya.
Selain Bromo-Tengger-Semeru, pembangunan pariwisata prioritas nasional di antaranya Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. Tahun 2019 Menpar Arief Yahya menargetkan sektor pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar. Dirinya meyakini bahwa seiring dengan kemajuan dunia pariwisata Indonesia di berbagai daerah maka secara otomatis akan meningkatkan perekonomian daerah tersebut. “Kabupaten Banyuwangi telah membuktikannya, saat ini pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp 34 juta setelah mendeklarasikan diri sebagai daerah pariwisata”. (F.809)
www.majalahfaktaonline.blogspot.com / www.majalahfaktanew.blogspot.com