FAKTA – Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Tegal (Pradja) menggelar acara Halal Bihalal dengan tema “Satu Komando Bersama Sampai Akhir Menuju Kabupaten Tegal Luwih Apik”.
Acara tradisi tahunan di bulan Syawal yang digelar di Pendopo Amangkurat, Senin (6/4/2026) bertujuan untuk mempererat silaturahmi, sinergi, dan komitmen bersama membangun desa.
Acara ini menjadi momentum saling memaafkan, sharing session, dan memperkuat hubungan antar perangkat desa.
Hadir pada acara tersebut Ischak Maulana Rohman, Bupati dan Akhmad Kholid, Wakil Bupati Tegal, Sekda Kabupaten Tegal, Forkopimda, Camat, serta Kades se-Kabupaten Tegal.
Sementara Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Tegal (Pradja), H. Muhammad Mu’min yang juga Kades Yamansari dalam sambutannya mengatakan momentum halal bihalal adalah untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat kepada Pemerintah Daerah.
Ketua Praja H. Muhamad Mukmin yang akrab disapa MM menegaskan, bahwa masih banyak sejumlah tantangan pembangunan yang memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Daerah.
Menurut MM, kehadiran langsung Bupati menjadi kesempatan penting bagi Pemerintah Desa untuk menyampaikan kondisi riil yang dihadapi warga di lapangan.
“Kami sangat optimis dan mengapresiasi kehadiran Bupati. Ini menjadi ruang yang sangat baik untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang kami hadapi,” ujarnya.
MM juga menjelaskan, sejumlah persoalan utama yang masih menjadi perhatian bersama meliputi pembangunan infrastruktur jalan. Semoga tidak ada lagi jalan yang rusak maupun berlubang.
Menurut Kaji Mumin, pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi kebutuhan mendesak guna menunjang aktivitas masyarakat, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Di sisi lain, pemberdayaan ekonomi masyarakat dinilai perlu didorong lebih maksimal, khususnya dalam membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami berharap adanya dukungan dan sinergi dari Pemerintah Daerah agar berbagai program pembangunan yang ada di desa dapat berjalan lebih optimal dan merata,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang ada.
Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara langsung seperti dalam kegiatan ini sangat efektif dalam mempercepat penanganan persoalan di tingkat desa.
“Kami ingin pembangunan di desa dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten, kami optimistis hal itu bisa dilaksanakan secara baik. (Herman Mo)





