FAKTA — Pemerintah Kota Padang mencatat sejumlah capaian positif di berbagai sektor pembangunan sepanjang 2025. Keberhasilan tersebut meliputi pengelolaan lingkungan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Capaian itu disampaikan Wakil Wali Kota Maigus Nasir saat memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna di DPRD Kota Padang, Senin (9/3/2026).
Menurut Maigus, salah satu prestasi yang menonjol adalah keberhasilan Kota Padang menembus delapan besar kota terbersih di Indonesia. Pencapaian itu sekaligus menempatkan Padang sebagai kota terbaik di Pulau Sumatera dalam aspek pengelolaan sampah dan lingkungan hidup.
“Kita bersyukur sepanjang tahun ini Padang meraih berbagai prestasi. Terakhir, kita masuk delapan besar nasional dan menjadi yang terbaik di Sumatera dalam pengelolaan sampah,” ujar Maigus.
Selain sektor lingkungan, peningkatan kualitas hidup masyarakat juga tercermin dari naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2024, IPM Kota Padang tercatat sebesar 84,38 dan meningkat menjadi 84,93 pada 2025.
Menurut Maigus, kenaikan tersebut didorong oleh perkembangan di sektor pendidikan, kesehatan, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kota Padang juga menunjukkan tren positif dengan capaian sebesar 3,629 persen sepanjang 2025.
Pertumbuhan tersebut dipicu oleh penguatan infrastruktur, antara lain pembangunan dan perbaikan jalan, perbaikan sistem drainase, perluasan layanan transportasi massal Trans Padang, hingga revitalisasi pasar tradisional.
Dalam kesempatan itu, Maigus juga menyoroti inovasi sosial berbasis digital melalui program Smart Surau. Program tersebut menyediakan akses WiFi gratis di masjid dan musala yang dibatasi khusus untuk konten pendidikan.
Ia berharap fasilitas itu dapat mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak, sekaligus membantu pembentukan karakter generasi muda.
“Program ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar digital yang positif bagi anak-anak dan remaja di lingkungan masjid dan musala,” kata Maigus. (ss)






