FAKTA – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang digelar di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Padang, Kamis (8/1/2026). Rakor ini digelar sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait percepatan penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Forum tersebut membahas sinergi penanganan pascabencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda berbagai daerah, termasuk Kabupaten Padang Pariaman. Rakor dihadiri Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur Sumatera Barat, serta kepala daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam kesempatan itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) memaparkan secara rinci Dokumen R3P Bencana Cuaca Ekstrem, Banjir, dan Tanah Longsor Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2026–2028. Paparan tersebut menyoroti besarnya dampak bencana yang dialami daerahnya, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun infrastruktur.
Menurut John Kenedy Azis, bencana yang melanda Padang Pariaman menyebabkan 9 orang meninggal dunia dan memaksa 5.622 jiwa mengungsi di 33 titik pengungsian. Selain itu, tercatat 52 titik longsor dan 77 titik banjir yang tersebar di berbagai wilayah.
Dampak bencana juga merusak infrastruktur vital daerah. Sebanyak 56 jembatan, 53 daerah irigasi, dan 31 ruas jalan mengalami kerusakan. Sektor pertanian turut terdampak dengan 1.236,8 hektare lahan persawahan terendam, yang berimplikasi langsung terhadap ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
“Berdasarkan hasil penilaian kerusakan dan kerugian lintas sektor, total nilai kerusakan mencapai Rp 1,75 triliun dan nilai kerugian sebesar Rp 1,90 triliun. Dengan demikian, total dampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman mencapai Rp 3,65 triliun,” kata John Kenedy Azis.
Ia juga memaparkan langkah strategis implementasi dan tindak lanjut Dokumen R3P, antara lain penyesuaian alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT), penyediaan anggaran Detail Engineering Design (DED) dan supervisi, pemanfaatan dana sumbangan pascabencana, serta penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang difokuskan pada percepatan pemulihan pascabencana.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan R3P serta mengajukan permohonan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) tanpa pemotongan guna memastikan keberlanjutan program rehabilitasi dan rekonstruksi.
John Kenedy Azis menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen memastikan pemulihan pascabencana tidak hanya memulihkan kerusakan, tetapi juga membangun kembali daerah yang lebih aman dan tangguh,” ujarnya.Dalam kegiatan tersebut, Bupati Padang Pariaman turut didampingi para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. (ss)






