Narkoba Menyusup Hunian Elite, 82 Cartridge Etomidate Dibongkar, Dua Perempuan Dicokok Polda Metro

FAKTA – Aroma kejahatan narkotika kembali menyengat ibu kota dan sekitarnya. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar praktik peredaran narkotika jenis Etomidate yang beroperasi diam-diam dari balik dinding apartemen elite hingga kawasan perumahan tertutup. Dari pengungkapan ini, aparat menyita 82 cartridge Etomidate dan meringkus dua perempuan di dua lokasi berbeda.

Pengungkapan yang berlangsung sejak Senin (2/2/2026) hingga Selasa (3/2/2026) itu menjadi bukti bahwa peredaran narkotika terus berevolusi, menyusup ke ruang-ruang yang selama ini dianggap aman dan eksklusif.

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto, mengungkapkan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya transaksi narkotika di Apartemen Seasons City, Jakarta Barat, serta Perumahan Green Lake, Kota Tangerang.

“Informasi tersebut kami tindak lanjuti dengan pemantauan dan pemetaan area sebelum dilakukan penindakan,” ujar AKP Ari, Rabu (4/2/2026).

Penangkapan pertama dilakukan pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB di Lobby Bougenville Apartemen Seasons City, kawasan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Di lokasi ini, petugas mengamankan seorang perempuan berinisial S (37). Dari tangan S, polisi menyita 45 cartridge Etomidate yang diduga siap diedarkan.

Tak berhenti di situ, hasil pemeriksaan awal membuka benang merah jaringan lain. Hanya berselang beberapa jam, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, tim bergerak cepat ke lokasi kedua. Seorang perempuan berinisial F (39) diringkus di sebuah rumah di Perumahan Green Lake Cluster Eropa, Cipondoh, Kota Tangerang. Dari dalam rumah tersebut, ditemukan tambahan 37 cartridge Etomidate.

“Total keseluruhan barang bukti yang kami amankan sebanyak 82 cartridge Etomidate dari dua lokasi berbeda,” tegas AKP Ari.

Kini, kedua tersangka berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik peredaran Etomidate ini.

Kasus ini kembali menjadi alarm keras: narkotika tak lagi bersembunyi di lorong gelap, tetapi menyaru di hunian modern. Aparat pun menegaskan komitmennya untuk terus memburu dan memutus mata rantai peredaran narkoba, siapa pun dan di mana pun pelakunya. (F1)