Daerah  

Musibah Jalan Amblas di Kabupaten Tegal, Perbaikan Dianggarkan Dana BTT Rp500 Juta

Wakil Bupati Tegal sekaligus PLH. Bupati Tegal saat meninjau jalan amblas diJl. Raya Batunyana–Danasari, tepatnya di Desa Gunungjati, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal

FAKTA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojong menyebabkan jalan ambles di Jl. Raya Batunyana–Danasari, tepatnya di Desa Gunungjati, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, pada Selasa (20/1/2026) malam.

Dari pantauan FAKTA di lokasi kejadian, masyarakat yang melintas jalan tersebut harus ekstra hati-hati karena kondisinya parah. Sementara terlihat petugas kepolisian membatu mengatur arus lalu lintas.

Selanjutnya keterangan yang disampaikan pada Wartawan Kapolres Tegal melalui Kapolsek Bojong, Kompol Khaerun, bahwa hujan deras yang terjadi sejak sore hari mengakibatkan struktur tanah di badan jalan tidak mampu menahan beban sehingga menyebabkan jalan ambles dengan kedalaman diperkirakan sekitar 1,5 meter dan panjang kurang lebih 30 meter.

Timsus DPU-PR Kabupaten Tegal melakukan assesment di lokasi kejadian jalan amblas.

Akibat kejadian tersebut, untuk sementara kendaraan roda empat atau lebih tidak dapat melintas, sedangkan kendaraan roda dua masih dapat melintas dengan tetap mengutamakan kehati-hatian.

Adanya musibah tersebut Teguh Dwi Rahardjo, S.T., M.T., Kepala Dinas PUPR Kabupaten saat dikonfirmasi membenarkan kejadian jalan amblas. Atas Perintah Wakil Bupati Tegal, pihaknya langsung menurunkan Timsus (Tim Khusus) DPU-PR untuk melakukan tinjauan di lokasi kejadian. Kedatangan Timsus DPU-PR juga didampingi TRC (Tim Reaksi Cepat) dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Darah) untuk melakukan assesment.

Tambah Teguh, bencana jalan amblas akibat tanah bergerak di Jl. Raya Batunyana–Danasari, tepatnya di Desa Gunungjati, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal di perkirakan kedalamnya mencapai 1 meter lebih. Disyukuri dalam musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Tindakan cepat adanya jalan amblas di desa Gunungjati Kecamatan Bojong dilakukan Pemkab Tegal. Wakil Bupati Tegal merangkap PLH Bupati Tegal langsung meninjau lokasi pada hari Kamis, 22 Januari 2026.

Atas dasar assesment dari tempat kejadian dengan kondisi kerusakan yang parah, Pemerintah Kabupaten Tegal alokasikan dana Belanja Tidak Terduga atau (BTT) APBD Kabupaten Tegal Tahun 2026 senilai Rp500 juta. Anggaran tersebut untuk memperbaiki ruas jalan Batunyana-Danasari yang ambles

Menurut Kholid, amblesnya ruas jalan tersebut disinyalir karena sejumlah faktor alam di antaranya curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus menerus mengguyur wilayah Kecamatan Bojong serta adanya aliran air di bawah permukaan tanah.

Akibat kejadian tersebut, tanah di ruas jalan ini mengalami penurunan sekitar 1,5 meter dengan panjang mencapai 50 meter yang mengakibatkan akses utama masyarakat terganggu.

Bahkan hingga saat ini, kondisi jalan hanya memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda dua. Sementara untuk kendaraan roda empat atau lebih tidak dapat melintas ke ruas jalan ini dan terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif dengan jarak dua kilometer guna mencegah terjadinya kecelakaan maupun memperparah kerusakan.

Terkait dengan itu pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal telah melakukan koordinasi dan langkah cepat untuk menangani kerusakan infrastruktur tersebut.

“Kami akan melakukan penanganan secara bertahap. Di waktu dekat ini. Dimulai dengan pengeprasan badan jalan dan peningkatan kualitas jalan dengan anggaran kurang lebih Rp500 juta,” ujarnya.

Selain perbaikan badan jalan, Kholid menyampaikan jika pihaknya juga akan melakukan penelusuran sumber aliran air di hulu. Upaya tersebut diharapkan bisa mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari.

Terlebih, ruas jalan ini memiliki peran penting sebagai penghubung antarwilayah sehingga prioritas perbaikan akan diutamakan.

“Kami berkomitmen melakukan penanganan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan demi menjamin keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat,” tegasnya. (soeryono)