Daerah  

Merasa Prihatin Dengan Keluarga Joko Sudibiyo yang Tinggal di Masjid Al Hijra Akibat Korban Kebijakan PT. KAI Divre III Palembang

FAKTA – Merasa Prihatin Dengan Keluarga, Joko Sudibiyo, Koban Kebijakan Managent PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI Divre III) kota Palembang, yang harus keluar dari Rumah Dinas, yang mereka tempati puluhan tahun, sejak orang tua mereka masih menjabat sebagai Direktur DK di PT Kereta Api Indonesia, mereka dikeluarkan begitu saja, termasuk harta benda dihamburkan dihalaman rumah, tanpa adanya belas kasihan dan tidak berpri kemanusian, tanpa adanya uang kerohiman, Sekarang Rumah tersebut sudah beralih pungsi menjadi tempat pencucian motor( Stim Motor) satu milik Iwan dan milik oknum kekuarga DPRD yang katanya sudah ada kesepakatan dengan pihak PT. KAI.

Sementara Joko Sudibiyo. Dan Keluarga harus tinggal di Masdjid Alhijra. Hal tersebut mendapat perhatian dari Dinas Sosial Tingkat II Kota Palembang, yang langsung menurunkan Tim, yang di pimpin oleh, Kepala Bidang ( Kabid) Rehsos, Firman dan rombongan,dimpingi Lurah Ogan Baru, firdaus. Se.Mm. yang langsung menuju di kediaman, Joko Sudibiyo, Di Masdjid Alhijra, pada hari jum,at tanggal, 7/62024 jam.8.30.wib. dan disana Tim monitoring( Dinsos) Kota Palembang, melakukan tanya jawab, Seputar keluhan mereka selama ini, menurut Joko Sudibiyo, yang pertama mereka tidak lagi bisa mencari uang, yang selama ini mereka mempunyai pengadilan dari membuka montir elektronik, dan saudara bisa berjualan makanan ringan, sekarang semua itu habis, tempat tidak ada lagi, sudah di tutup dengan seng, terpaksa tinggal di Masdjid dan yang perempuan dititipkan dengan tetangga, mau menyewa rumah tidak ada uang kerohiman dari PT. KAI. Divre. III Palembang, sementara Program dari Pemerintah untuk rakyat miskin tidak perna mereka dapatkan, ujar nya lirih.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Rehsos, Firman. Menyampaikan, Semua keluhan Pak Joko, nanti akan kami sampaikan ,Kepada Kepala Dinas, apa yang menjadi keluhan dan penderitaan yang bapak alami, tapi insak allah dalam waktu dekat alat bantu untuk keluarga pak joko yang mengalami tuli, akan segera terlaksana, dan program untuk rakyat miskin juga akan kami daftarkan kalau belum tedaptar. Menanggapi hal tersebut, Lurah Ogan Baru, mengusulkan kalau bisa kelurga ini sangat membutuh kan tempat tinggal, dan kebutuhan sehari hari, bagai mana jalan keluar nya, karena kalau kita melihat nya dangat memprihatin ksn sekali.Sementara itu menurut Kuasa Hukum, Joko Dudibiyo, M. Yamin, mengatakan,dalam permasalah ini, kami sudah berusaha melakukan pembelaan terhadap, Joko Subidbiyo, termasuk melaporkan PT. KAI. Yang di duga melakukan, pengerusakan barang milik klien nya, dan membongkar rumah yang di tempati Joko,tanpa adanya uang kerohiman dan tanpa bekas kasihan , namun sudah satu bulan ini belum juga ada tindakan dari pihak penyidik, keluhnya.

Sementara itu, Manager Humas PT.KAI. Divre III. Aida Suryanti. yang di hubungi Fakta.pada hari jum,at. Jam.1.30.wib. melalui nomor Hp nya.0812.7377.55xx. tidak memberikan jawaban, semenjak berita mengenai PT. KAI terus diterbitkan media Fakta dan Fakta online. (ito/hai)