FAKTA – Biaya pemeliharaan rutin jalan nasional dan tebas bayang yang ada di setiap Kabupaten, Propinsi Sumatera Selatan dan didianggarkan setiap tahun. Namun pelaksanaannya diduga banyak yang dimark up. Juga tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Untuk dana pemeliharaan dan tebas bayang jalan nasional sebesar Rp1 miliar di setiap kabupatennya.
Menurut Ari, kami sebagai lembaga kontrol sosial, yang tergabung dalam LSM Forum Mahasiswa Anti Korupsi (FMAK) mengatakan, rasanya tidak pantas dana yang dikucuran pemerintah setiap tahun dianggarkan dana pemeliharaan rutin jalan nasional dan tebas bayang yang ada kabupaten Rp1 miliar.
Setiap kabupaten yang namanya pemeliharaan itu dipelihara, yang rusak dibenari, berlubang di tambal, rumput yang tinggi ditebas, jangan tinggi terlihat sangat tidak terurus. Jangan dibiarkan begitu saja.
Kalau tidak percaya mari kita lihat, tidak usah jauh, kita ambil saja contoh, kabupaten yang berbatasan dengan Kota Palembang.
“Lihatlah di sana jalan banyak berlubang rumputnya banyak yang tinggi, karena hanya ditebas bayang diduga hanya satu kali, sementara dana yang kucurkan itu sangat fantastis,” ujar Ari, sebentar lagi akan melakukan aksi demonya, di kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang( PUBM- TR) Affandi, yang dihubungi Fakta melalui no hp 0853678576xx, Minggu pukul 19.15 WIB, sampai berita ini dikirim ke redaksi, ia tidak memeberikan konfirmasi baik secara lisan maupun tertulis, sementara data SMS yang dikirimkan cuma dibacanya. (ito/hai)






