FAKTA – Bencana tanah bergerak di Desa Padasari Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal telah memporak-porandakan baik hunian warga, pondok pesantren bahkan kantor balai desa ambruk tak berbentuk. Seluruh jalan di desa tersebut amblas hingga berita ini ditayangkan kondisi tanah masih bergerak.
Musibah dahsyat tanah bergerak di desa perbukitan ini mulai terjadi pada hari Senin 2 Pebruari 2026 yang diawali hujan deras. Setidaknya sekitar 500 rumah warga rusak parah termasuk pondok pesantren bangunannya runtuh.
Kehadiran negara saat rakyat menderita akibat bencana langsung ditanggapi pemerintah pusat. Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden atas perintah presiden Prabowo pada tanggal 6 Pebruari 2026 datang menemui warga terkena musibah.
Kehadiran Gibran disambut Pihak Pemkab Tegal dengan datangnya Izchak Maulana Rohman, Bupati Tegal dan jajarannya untuk memberi support dan batuan. Dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng hadir pula melakukan upaya penanganan bencana berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Saat Gibran,Wakil Presiden datang langsung dialog dengan warga. Wapres Gibran menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan menyiapkan hunian baru di lokasi yang lebih aman.
“Penanganan bencananya, pemulihannya, nanti juga akan disediakan tempat baru, hunian baru di lokasi yang lebih aman. Yang bertani dan berternak juga tolong dicatat dengan baik, luas lahannya berapa, ternaknya apa. Jangan sampai ada yang tertinggal atau tidak terdata,” tegas Wapres.
Wapres juga meminta agar relokasi dilakukan secara transparan dan segera diinformasikan kepada warga, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Kita sepakati bersama untuk pindah ke lokasi yang lebih aman. Tanah di sini masih bergerak dan rumah-rumah strukturnya sudah rusak. Yang kita prioritaskan adalah keselamatan Bapak dan Ibu semua,” ujarnya.
Selain itu, Wapres menitipkan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Ia memastikan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari makanan, layanan kesehatan, air bersih, hingga fasilitas sanitasi harus terpenuhi.
“Pastikan makan tiga kali sehari tercukupi, obat-obatan tersedia, dokter dan bidan siaga dua puluh empat jam. Kalau butuh pakaian ganti, air bersih, toilet, semuanya harus disediakan,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut perintah Presiden RI melalui Wapres, pada hari Rabu, 11 Pebruari 2026 Kementerian PU-PR mendatangi lokasi bencana di desa Padasari Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal untuk melakukan pengkajian.
Seperti disampaikan Amir Makhmud, Sekda Kabupaten Tegal, dari Kementerian PU-PR dengan diwakili Dinas PU-PR Propinsi Jawa Tengah mendatangi lokasi bencana di Desa Padasari.
” Kedatangan tim dari Balai DPU-PR Propinsi Jawa Tengah adalah untuk melihat dan mengkaji kondisi kerusakan. Nantinya akan dilakukan tindak lanjut untuk mencapai solusi penanganan akibat bencana tanah longsor,” ujar Sekda Kabupaten Tegal.
Kehadiran tim balai dari DPU-PR Jateng didampingi dirinya sebagai Sekda dengan menghadirkan Kepala Dinas BPPD dan Dinas Perkim Kabupaten Tegal. Dari pihak jajaran Pemkab Tegal mengantar tim meninjau titik – titik lokasi bencana sebagai bahan kajian, kata Amir Makhmud.
Selanjutnya jelas Sekda, pihak tim melakukan kajian pada tanah yang rencananya sebagai tempat relokasi. Sebagaimana rencana perkiraan lahan yang akan ditempati memakai lahan perhutani. Lahan perhutani yang rencananya untuk relokasi ada di desa Padasari, Capar dan Lebakwangi. Namun itu belum putusan final, masih menunggu pembahasan selanjutnya.
Sebagai langkah kelanjutan dalam penanganan bencana di Desa Padasari, rencana pada hari Jumat, 13 Pebruari 2026, Menteri PU-PR akan turun langsung di Desa Padasari. Mudah – mudahan ada kebijakan pengambilan langkah secepatnya untuk mengatasi permasalahan termasuk relokasi para korban tanah retak di desa Padasari, pungkasnya. (sus)






