Menjelang Idul Fitri, Polda Kaltim Matangkan Operasi Keselamatan Mahakam 2026

FAKTA – Aula Markas Komando Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, Jumat (30/1/2026), menjadi saksi keseriusan aparat kepolisian dalam menyiapkan langkah strategis menghadapi dinamika lalu lintas di Bumi Etam. Kepolisian Daerah Kalimantan Timur secara resmi menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Keselamatan Mahakam 2026, sebagai penanda dimulainya rangkaian kesiapan sebelum operasi kepolisian bidang lalu lintas dilaksanakan di lapangan.

Latpraops tersebut dibuka langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuar Insan, dan dihadiri perwakilan instansi terkait serta seluruh peserta dari jajaran fungsi lalu lintas di wilayah hukum Polda Kaltim. Suasana kegiatan berlangsung serius namun penuh semangat, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Dalam sambutannya, Ahmad Yanuar Insan menegaskan bahwa Latpraops bukan sekadar agenda rutin, melainkan tahapan krusial yang menentukan kualitas pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026. Melalui latihan ini, diharapkan terwujud kesamaan persepsi, keselarasan pola tindak, serta peningkatan kemampuan personel dalam menjalankan tugas preemtif, preventif, hingga penegakan hukum lalu lintas.

“Operasi Keselamatan Mahakam merupakan operasi kepolisian kewilayahan terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini mengedepankan tindakan preemtif, preventif, dan represif terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujar Ahmad Yanuar Insan.

Ia menjelaskan, pelaksanaan operasi akan melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari persiapan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, hingga analisis dan evaluasi akhir. Pola ini dirancang agar setiap kegiatan berjalan efektif, terukur, dan mampu menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas yang optimal.

Sasaran operasi diarahkan pada kendaraan angkutan umum, khususnya bus pariwisata dan travel, para pengemudi, serta perusahaan otobus dan badan usaha angkutan. Pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check menjadi instrumen penting yang akan digelar di titik-titik strategis dengan tingkat mobilitas tinggi dan potensi risiko kecelakaan.

Sejumlah pelanggaran menjadi prioritas penindakan, di antaranya penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI dan sabuk pengaman, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan.

Berdasarkan evaluasi dua tahun terakhir, peningkatan penindakan pelanggaran lalu lintas justru diiringi penurunan angka kecelakaan. Fakta ini menegaskan bahwa disiplin berlalu lintas, jika dibarengi edukasi dan penegakan hukum yang humanis serta profesional, mampu memberikan dampak nyata bagi keselamatan masyarakat.

“Keberhasilan operasi tidak diukur dari banyaknya penindakan, tetapi dari sejauh mana kehadiran Polri dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mampu memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan,” tegas Ahmad Yanuar Insan.

Operasi Keselamatan Mahakam 2026 sendiri akan dilaksanakan selama 14 hari secara terbuka, melibatkan Satgas Preemtif, Preventif, Gakkum, dan Banops, dengan pendekatan simpatik, edukatif, dan preventif sebagai fondasi utama menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Timur. (F1)