
TERIK panas yang begitu menyengat di bumi Desa Kasiman, Kecamatan Kasiman, tepat pukul 12.00 WIB pada hari Kamis (12/9/2019), Kades dan perangkat Desa Kasiman mengadakan selamatan/kendurian ‘ngebor sumur’.
Kepala Desa (Kades) Kasiman, H Rahmad Ghozali SE, saat dikonfirmasi Eko Purnomo, Wartawan Majalah FAKTA, mengatakan bahwa pada hari ini (Kamis, 12/9/2019), dipilih lokasi sawah dekat sungai yang disinyalir paling dekat dengan sumber air. Jaraknya dengan ‘tower’ (tandon air) sekitar 150 meter, pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan air warga RT 3, 4, 5 RW 4 Krajan. Jumlah konsumennya 150 kepala keluarga (KK).
“Kedalaman pengeboran sumur ini kisaran 50 meter hingga 100 meter. Semua dusun nantinya akan memiliki PAMSIMAS dengan sible. Pengelolaan urunan untuk pembelian pulsa. Musim kemarau memang pernah dapat bantuan air bersih tapi kurang. Dari lima dusun yakni Jintel Lor, Jintel Tengah, Karangan, Kasiman dan Karangan, jumlah rumah tangganya ada 1.419 KK. Dari jumlah tersebut ada dusun yang dekat embung. Sedangkan dana untuk per unit sumur bor plus tower dan jaringan ke masing-masing rumah kisaran Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) bahkan lebih. Bagaimana kita bisa mencari solusi agar warga kami di musim kemarau tetap terpenuhi kebutuhan air bersihnya ? Karena air merupakan bagian kebutuhan kehidupan. Manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan akan turut bersedih jika tidak ada air,” ungkap Kades Kasiman, H R Ghozali SE, yang pernah jadi prajurit TNI AL Korp Marinir.

“Bagaimana agar tiap musim kemarau tidak hanya air mata yang mengalir tapi mata air. Oleh karena itu kami beserta perangkat desa berinovasi tiada henti agar tidak terlalu berharap bantuan air bersih. Biarlah bantuan untuk desa lain yang membutuhkan sedangkan Desa Kasiman memiliki air sendiri untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya. Bahkan bila lebih bisa membantu warga desa yang lain,” jelas Kades Kasiman penuh bijaksana.
Untuk memdapatkan keberkahan sumber air itu maka Kades Kasiman menunjuk modin untuk memimpin doa. “Ayo Pak Modin didoakan supaya barokah, apalagi diamini rekan dari Bojonegoro beberapa wartawan dan juga mahasiswa dari Universitas Sunan Giri Bojonegoro, Mohammad Iqbal Zulfikar,” tutur Kades Kasiman penuh keakraban. (F.463)






