FAKTA – Akibat curah hujan yang cukup tinggi dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak Sabtu malam (7/3/2026) di Kota Bekasi dan sekitarnya menyebabkan terjadinya longsor di Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Zona IV, pada Minggu (8/3/2026) siang.
Peristiwa terjadinya longsor, diduga akibat tidak kuat menampung ratusan ton sampah yang tidak dapat menampung air yang meresap dan menimbulkan longsor. Selain itu longsoran sampah juga menimbun beberapa truk sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dalam video amatir yang diabadikan oleh salah seorang warga, nampak warga sedang melakukan pertolongan terhadap salah seorang warga yang diduga menjadi salah satu korban dari insiden longsornya di tempat penampungan sampah (TPA) yang berada di Bantargebang Kota Bekasi tepatnya di
Zona IV.
Ironisnya musibah tanah longsor ini disinyalir menelan korban jiwa yang sedang berada di titik rawan, yakni sopir truk dan warga pemulung serta pemilik warung.
“Longsor di TPST Bantargebang yang sebelumnya juga longsor menimbun antrean truk, dan sudah dipastikan ada korban jiwa,” ungkap seorang warga yang merekam insiden tersebut dalam video yang beredar luas.
Menanggapi terjadinya musibah terjadinya longsor di tempat penampungan sampah akhir di zona 1V, Bantargebang, Pemerintah Kota Bekasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Namun, ia melakukan klarifikasi terhadap awak media, bahwa area yang mengalami longsor murni berada di zona pengelolaan Pemprov DKI Jakarta. “Bukan difasilitas milik Pemkot Bekasi yang letaknya berdekatan,” ungkapnya.
Menurut kiswatiningsih , TPST Bantargebang yang terkena longsor, bukan TPA Sumur Batu,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pendataan terkait jumlah pasti korban jiwa maupun kerugian material di area TPST Bantargebang belum diketahui secara pasti berapa jumlah korbannya yang selamat dan yang meninggal, dan saat ini masih dalam pencarian, oleh pihak-pihak terkait.
Diketahui, TPST Bantargebang, tempat pembuangan sampah terbesar di Indonesia dan salah satu terbesar di dunia, resmi beroperasi sejak 1986-1989. Terletak di Bekasi, lahan seluas lebih dari 100 hektar ini awalnya merupakan bekas galian proyek properti yang diambil alih Pemprov DKI Jakarta. TPST ini mengelola ribuan ton sampah harian dari Jakarta. (dit)






