Daerah  

Lima Nama, Satu Kursi: Pertarungan Sunyi di Balik Konferensi PWI Padang Pariaman

FAKTA — Akhir Januari 2026 belum tiba, tetapi suhu politik di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Pariaman/Pariaman sudah lebih dulu memanas. Di balik agenda rutin Konferensi Cabang (Konfercab) VII, sebuah pertarungan senyap tengah berlangsung: perebutan satu kursi ketua organisasi wartawan terbesar di Indonesia di tingkat lokal.

Lima nama mulai mengapung ke permukaan. Mereka bukan sosok asing di dunia pers Sumatera Barat: Ahmad Damanhuri, Amiruddin, Armaidi Tanjung, Idham Fadhli, dan Ikhlas Darma Murya. Nama-nama itu beredar dari ruang redaksi ke ruang diskusi, dari percakapan informal hingga rapat-rapat internal yang kian intens menjelang hari penentuan.

Sekretaris Panitia Konfercab VII PWI Padang Pariaman/Pariaman, Aris Prima Gunawan, mengakui dinamika ini tak terelakkan. “Lima nama tersebut memang disebut-sebut bakal maju sebagai calon Ketua PWI Padang Pariaman/Pariaman periode 2026–2028,” kata Aris usai rapat panitia, Selasa, 13 Januari 2026.

Namun, sebagaimana tradisi organisasi, jalan menuju kursi ketua masih panjang dan berlapis prosedur. Panitia kini tengah memfinalisasi Daftar Pemilih Tetap (DPT)—dokumen krusial yang akan menentukan arah suara dalam konferensi. Sebelumnya, Panitia telah menerima Daftar Pemilih Sementara (DPS) dari PWI Provinsi Sumatera Barat, lalu mengajukan perbaikan dan penambahan nama anggota.

“Insya Allah dalam minggu ini DPT akan ditetapkan oleh PWI Sumatera Barat. Setelah itu, pendaftaran bakal calon langsung kami buka,” ujar Aris. Nama-nama yang mendaftar nantinya akan diserahkan ke PWI Sumbar untuk diverifikasi dan ditetapkan sebagai Daftar Calon Tetap (DCT).

Konfercab VII sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026. Meski tinggal hitungan hari, peta kekuatan masih cair. Tidak ada kandidat unggulan yang benar-benar dominan. Di sinilah letak ketegangan itu: pertarungan belum terbuka, tetapi kalkulasi sudah berjalan.

Ketua PWI Padang Pariaman/Pariaman saat ini, Ikhlas Bakri, memilih bersikap teduh di tengah geliat politik internal tersebut. Menurutnya, semua nama yang muncul memiliki peluang yang sama. “Mereka punya pengalaman dan rekam jejak di bidang masing-masing,” ujarnya.

Ikhlas mengingatkan, Konferensi PWI bukan sekadar ajang kontestasi jabatan, melainkan momen refleksi arah organisasi. “Saya berharap siapa pun yang ingin maju meluruskan niat—bahwa yang diperjuangkan adalah memberikan yang terbaik untuk organisasi kebanggaan kita ini,” katanya.

Pesan itu mengandung makna ganda. Di satu sisi, ia menegaskan etika kolektif wartawan: independen, berintegritas, dan mengutamakan kepentingan bersama. Di sisi lain, ia menjadi penanda bahwa Konfercab kali ini lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan—ia adalah ujian kedewasaan organisasi.

Siapa yang akan keluar sebagai pemenang masih menjadi tanda tanya. Namun satu hal pasti: Konfercab VII PWI Padang Pariaman/Pariaman akan menjadi panggung penting bagi masa depan organisasi. Di sana, suara wartawan akan menentukan bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi ke mana arah PWI akan melangkah dalam dua tahun ke depan. (ss)