Libur Akhir Tahun, Arus Gilimanuk–Ketapang Mulai Padat, Sepeda Motor Dominasi Penyeberangan

FAKTA – Arus penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang mulai menunjukkan peningkatan seiring mendekatnya libur akhir tahun.

Data PT ASDP Indonesia Ferry mencatat lonjakan kendaraan yang cukup signifikan, terutama kendaraan roda dua, meski secara umum situasi pelabuhan masih terpantau aman dan lancar.

Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan mulai terlihat sejak malam hari.

Lonjakan terjadi dari dua arah, baik kendaraan yang bergerak dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk maupun sebaliknya.

“Memang sudah terlihat adanya peningkatan jumlah kendaraan, baik yang menyeberang dari Ketapang maupun dari Pelabuhan Gilimanuk. Tadi malam sekitar 2.300 kendaraan melintas dari Ketapang menuju Gilimanuk, dan sekitar 2.000 kendaraan dari Gilimanuk menuju Ketapang,” ujar Didi.

Dari total kendaraan yang menyeberang, sepeda motor menjadi jenis kendaraan dengan kenaikan paling menonjol.

Jika pada hari-hari normal jumlah kendaraan roda dua berkisar 1.300 unit, kini angkanya melonjak hampir dua kali lipat.

“Yang paling terlihat signifikan itu kendaraan roda dua. Biasanya sekitar 1.300, namun tadi malam bisa mencapai hampir 2.300 kendaraan roda dua,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan selama periode libur akhir tahun, ASDP telah mengoptimalkan operasional kapal di lintasan Gilimanuk–Ketapang.

Sebanyak 30 unit kapal dioperasikan guna memastikan kelancaran arus penyeberangan dan meminimalkan potensi antrean panjang.

“Kami mengoperasikan 30 kapal per kemarin untuk mengantisipasi lonjakan penumpang maupun kendaraan yang melintas di lintasan Ketapang–Gilimanuk,” tambah Didi.

ASDP juga memprediksi pola peningkatan arus penyeberangan akan terjadi secara bertahap.

Berdasarkan data historis dan pemantauan terkini, lonjakan dari arah Ketapang diperkirakan terjadi lebih awal, sementara peningkatan arus dari Gilimanuk diprediksi menyusul setelah pergantian tahun.

“Dari Ketapang diperkirakan mulai meningkat sekitar tanggal 23, sedangkan dari Gilimanuk kemungkinan terjadi pada H plus, terutama tanggal 2 atau 3 Januari setelah perayaan tahun baru,” katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk masih dalam kondisi terkendali.

Tidak terlihat antrean kendaraan maupun penumpukan yang signifikan. Area parkir pelabuhan tampak diisi sejumlah kendaraan truk yang menunggu proses bongkar muat, sementara jadwal keberangkatan kapal berlangsung normal tanpa penundaan.

Didukung kondisi cuaca yang cerah, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk hingga saat ini berjalan kondusif.

ASDP memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat apabila terjadi perubahan atau peningkatan arus penyeberangan dalam beberapa hari ke depan. (F1)