Kritik Tajam Terkait Lemahnya Kinerja BUMD Pemda Lotim Menyeruak ke Publik

Sarjan Andesbaya selaku aktivis ekonomi dan founder D'Movement Youth.

FAKTA – Kritik lemahnya kinerja BUMD itu disampaikan Sarjan Andesbaya selaku aktivis ekonomi dan founder D’Movement Youth menanggapi Direktur PT. Selaparang Finansial (SF), Iva Nuril Solihani yang menyatakan “PT. Selaparang Finansial Sebut Biayai 95 Persen Nasabah UMKM”, mengutip dari media jejaklombok.com.

“Itu datanya darimana yang bilang pelaku UMKM Lotim 1.900?. Data yang kami peroleh, jumlah pelaku UMKM Lotim itu 21.030, kalo nasabahnya cuman 2.000, itukan cuman 9,51 persen,” tandas Sarjan.

Sarjan juga mengingatkan, selain memberikan pelayanan, BUMD memiliki fungsi lain, yaitu menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Bu Dirut menyebut Deviden yang diberikan 12 M, nah ini jadi pertanyaan saya?, itu 12 Miliar apakah akumulatif sekian tahun atau deviden yang di setor 12 miliar setiap tahun?. Karena sepengetahuan saya dari hasil membaca di media online, RUPS 2021, deviden yang di setor sekitar 3 miliar,” ucap Sarjan.

Sarjan juga menyoroti tanggapan bahwa Selaparang Finansial tidak pernah di kasi modal. Sarjan mengatakan, BUMD perlu memahami kondisi keuangan daerah dan kemampuan dari Selaparang Finasial untuk menyalurkan pembiayaan. Karena percuma juga di kasi tambahan modal kalo tidak mampu di salurkan.

“Kalo permasalahan tambahan modal ini, PT Selaparang Finansial juga harus introsfeksi diri, karena sepengetahuan saya, modal yang sudah di kasi Pemda sudah cukup besar jika di bandingkan dengan BUMD yang lain, percuma di kasi tambahan modal kalo cuman jadi dana mengendap kalo istilah ekonomi itu idle cash karena tidak tersalurkan menjadi pembiayaan,” ungkap Sarjan.

Terakhir Sarjan mengingatkan, sejatinya BUMD memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, peran BUMD diantaranya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, sebagai sumber pendapatan daerah, membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja, serta mengurangi pengangguran, dan serta memenuhi dan memudahkan kebutuhan masyarakat.

“BUMD seharusnya mampu menjadi garda terdepan dalam membangkitkan perekonomian di Lombok Timur,” tutup Sarjan.(msd)