Konflik Antar Anggota Senam Tera Sidoarjo Berujung Laporan Polisi, Ketua STI: Jadikan Pelajaran dan Kembali Rukun

Devin Sundari (kanan), bersama Sri Anna Maria (kiri)

FAKTA – Konflik yang terjadi diinternal Senam Tera Indonesia (STI) Kabupaten Sidoarjo melebar ke ranah hukum dengan dilaporkannya Devin Sundari oleh Tjatur Ilham Sari ke Polsek Sidoarjo Kota. Devin angkat bicara untuk mengklarifikasi berita yang beredar terkait dirinya yang dilaporkan memukul teman satu komunitasnya itu.

Didampingi Ketua STI Sidoarjo, Sri Anna Maria, Devin menjelaskan percekcokan antaranggota STI terjadi setelah latihan rutin STI di Alun-alun Sidoarjo pada hari Sabtu, 1 November 2025, sekitar pukul 07.30 WIB. Awalnya, Anna mengajak Sari (sapaan Tjatur Ilham Sari, red) bicara baik-baik perihal grup whatsapp Dolan dan aktivitas Dolan yang dibentuk Sari. Dalam pertemuan itu ada instruktur senam Lely, Sekretaris STI Nurani, perwakilan grup Dolan Soendjoyo, dan sebagian anggota STI.

Devin mengatakan grup Dolan yang berdiri lebih dari setahun ini berkegiatan dihari yang sama dengan latihan rutin STI. “Dengan adanya grup Dolan kurang lebih ada 22 orang tera (STI, red), membuat beberapa orang tidak ikut latihan, dan setiap ada kegiatan bebarengan dengan hari dan jam Senam Tera (Selasa, Kamis, Sabtu, red) sedangkan masih ada hari lain, bisa pakai hari lain tapi kenapa pakai hari latihan,” kata Devin soal keberatan pengurus STI dengan adanya jadwal grup Dolan. Lanjutnya, grup Dolan terakhir berwisata ke Banyuwangi tanggal 25 Oktober 2025, tepat dihari Sabtu atau dijadwal latihan Senam Tera.

“Bunda (Anna Maria, red) menyampaikan keluhan kita. Dari awal kita nggak pernah melarang grup Dolan tapi intinya tolong jangan dihari latihan Tera supaya yang datang senam banyak, tapi Mbak Sari sudah nada tinggi. Saat nada tinggi saya mengingatkan ‘Mbak Sari tolong yang sopan jangan nyolot, kasih kesempatan Bunda bicara dulu.’ Bunda tidak ada kesempatan bicara, Bunda menahan diri, lalu kram, sesak napas, pingsan,” ujar Devin.

Melihat Anna pingsan, Devin segera memegang badan Anna dan menolong. Instruktur Lely panik dan berteriak ke arah Sari. “Ini gara gara kamu bunda pingsan,” kata Devin menirukan teriakan Lely.

“Sari nggak terima dikatakan pingsan karena dia. Sari seolah mau menyerang Lely. Setelah badan Bunda saya letakkan, saya berdiri maksud saya melerai Sari dan Lely. Saya spontan tangan kanan saya ke arah mata Sari,” kata Devin.

Setelah itu, sambung Devin, Sari berteriak marah, “Sampean mukul saya. Intinya mau lapor dan visum, saya disitu tidak lari karena mengurusi bunda yang masih pingsan supaya sadar. Setelah itu Sari pergi ke pinggir jalan raya menelepon seseorang dan mengancam akan membubarkan Tera.”

Kata Devin, Sari masih menunggu jemputan agak lama. Setelah Anna siuman, semua orang berangsur pulang, Devin pergi melanjutkan keperluannya mengurus berkas reward atlet STI.

Menanggapi dirinya yang dilaporkan ke polisi, Devin mengungkapkan siap mengikuti prosesnya. “Saya ikuti bagaimanapun prosesnya, saya siap,” pungkas Devin.

Sementara Anna, menjelaskan tidak memaksakan anggota STI untuk ikut Senam Tera atau grup Dolan. “Kalau dolan silahkan, toh, itu uangnya sendiri. Saya bebaskan dan itu sudah saya share digrup Tera. Dan grup Tera tidak akan bisa dibubarkan siapapun karena Senam Tera sudah ada induk organisasinya ditingkat kabupaten, provinsi dan nasional,” kata wanita berusia 80 tahun ini.

Dia berharap kepada anggota Senam Tera agar masalah ini dijadikan pelajaran untuk kembali rukun. (rr)