Daerah  

Komisi III DPRD Mamuju Abai dari Janji Bantuan Kapal Pelajar Karampuang, Gerakan Vendetta Ancam Kembali Turung Kejalan Suarakan Perlawanan

‎Aktivis muda Gerakan Vendette Fergiawan Rai Zacky. (foto: ammank-007/majalahfakta.id)

FAKTA – Komisi III DPRD Kabupaten Mamuju sampai hari ini belum ada sedikitpun respon terkait janji bantuan transportasi laut berupa kapal bagi pelajar di wilayah pulau Karampuang dan seolah olah dunia pendidikan tidaklah penting di daerah kepulauan kabupaten mamuju.sehingga dianggap abai dari janji palsu.

‎Padahal salah satu tujuan utama dan kebutuhan vital negara yaitu persoalan pendidikan, seharusnya fasilitas pendidikan itu harus terpenuhi dengan baik agar dapat membawa perubahan bagi generasi kedepan.

‎‎Hal tersebut, Gerakan Vendetta Mamuju Sulawesi Barat kembali bersuara lantang mereka menilai sikap abai yang dipertontonkan oleh anggota parlemen DPRD Mamuju adalah bukti nyata bahwa masa depan generasi muda di Mamuju sedang dianaktirikan dirumah sendiri.

‎Aktivis muda Gerakan Vendetta Fergiawan Rai Zacky mengatakan, kami sudah cukup sabar menunggu keputusan dari pihak komisi III DPRD Kabupaten Mamuju, bahkan salah satu anggota DPRD Komisi III telah berjanji dan membuat surat penyataan untuk membantu pengadaan fasilitas kapal. Namun, sampai hari ini hanya menjadi janji palsu, ” ucapnya dengan rasa kecewa. 

‎‎Lanjut, Fergiawan aktivis Gerakan Vendette menegaskan dan ancam jika belum ada respon dari pihak Komisi III DPRD Mamuju terkait pengadaan fasilitas pendidikan kapal untuk pelajar karampuang maka dalam waktu dekat ini kami akan kembali turun ke jalan melakukan aksi lanjutan dengan mengibarkan bendera dan menyuarakan kembali suara-suara perlawanan untuk Regenerasi bibit muda masa depan di karampuang yang seolah olah dianaktirikan dalam dunia pendidikan.

‎‎”Jangan salahkan kami jika jalanan kembali membara dan kami akan kembali menyuarakan perlawanan. Kami tidak akan membiarkan bibit-bibit muda di Karampuang layu sebelum berkembang hanya karena ketidakmampuan Dewan dalam menepi janji. Jika lembaga perwakilan rakyat buta dan tuli terhadap suara rakyat dan dianggap gagal menjalankan amanat rakyat maka aksi besar-besaran adalah satu-satunya bahasa yang tersisa, ” ujar Fergiawan dengan nada tegas.

‎‎Lebih lanjut ia katakan pelajar generasi muda adalah agen perubahan (agent of change) yang strategis, membawa inovasi, kreativitas, dan energi tinggi untuk masa depan Indonesia, ” tutupnya. (Ammank-007)