Ketua BPD Bago Diteror Dini Hari, Empat Organisasi di Lumajang Turun Tangan Kawal Kasus hingga Aktor Intelektual Terungkap

Empat lembaga LSM dan Ormas saat mendapingi Ketua BPD. (foto: Fuad Afdlol/majalahfakta.id)

FAKTA — Suasana tenang dini hari di Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang mendadak berubah mencekam. Keluarga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bago, Agung Jody, dilaporkan mengalami aksi teror misterius pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 01.45 WIB, kemarin.

Peristiwa tersebut membuat keluarga korban diliputi ketakutan. Hingga kini, motif dan pelaku aksi teror itu masih menjadi tanda tanya besar. Sejumlah organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat di Lumajang pun langsung bergerak memberikan pendampingan serta mendesak aparat kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Empat organisasi yang menyatakan sikap tegas adalah Aliansi Penegak Demokrasi dan Keadilan Rakyat (Pendekar) Kabupaten Lumajang, LSM LBSI Kabupaten Lumajang, DPC GRIB Jaya Kabupaten Lumajang, serta GMPK Kabupaten Lumajang.

Mereka sepakat untuk mengawal proses hukum hingga pelaku dan aktor intelektual di balik aksi teror tersebut berhasil ditangkap.

Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat adanya aksi teror terhadap warga sipil.

“Keluarga korban saat ini masih diliputi ketakutan. Sore ini korban akan kami ajak melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pasirian. Kami akan mendampingi agar mereka tidak trauma menghadapi peristiwa yang terjadi,” ujar Nor Holik kepada media ini, Senin (30/3/2026).

Nor Holik menambahkan, pengawalan dari berbagai organisasi ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus upaya memastikan kasus tersebut diproses secara serius oleh aparat penegak hukum.

“Kami siap mengawal proses sampai tuntas. Tidak hanya pelaku lapangan, tapi juga aktor intelektualnya harus diungkap,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPD GMPK Kabupaten Lumajang, Dandik. Ia mengecam keras aksi teror yang terjadi terhadap keluarga Ketua BPD tersebut.

“Kami sangat mengecam dan melaknat aksi teror kepada warga sipil. Ini tidak bisa dibiarkan. Negara harus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Dandik.

Menurutnya, GMPK bersama organisasi lain akan memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil.

“Kami akan mengawal langsung laporan korban ke kepolisian agar kasus ini benar-benar diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LSM LBSI Kabupaten Lumajang, Slamet Efendi, juga memastikan organisasinya turut berada di garis depan dalam mendampingi keluarga korban.

“Kami ikut serta mengawal keluarga korban untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Harapannya kasus ini segera terungkap sehingga masyarakat tidak lagi dihantui rasa takut,” ujar Slamet.

Kecaman keras juga datang dari Rohim Ardy dari Aliansi Penegak Demokrasi dan Keadilan Rakyat (Pendekar). Ia menilai aksi teror tersebut merupakan tindakan yang mencederai nilai demokrasi dan rasa keadilan di tengah masyarakat.

“Kami yang selama ini getol membela kebenaran dan keadilan atas nama bangsa Indonesia sangat mengecam keras aksi teror ini. Kami ingin kasus ini benar-benar diungkap dan pelakunya benar-benar diadili,” tegas Rohim.

Menurutnya, jika aksi teror seperti ini tidak segera ditindak tegas, maka akan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat dan berpotensi merusak tatanan demokrasi di tingkat desa.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga Ketua BPD Bago masih dalam pendampingan sejumlah organisasi masyarakat. Rencananya, laporan resmi akan segera disampaikan ke Polsek Pasirian pada Minggu sore.

Publik kini menunggu langkah cepat aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi teror yang menggegerkan warga Desa Bago tersebut. (Fuad Afdlol)