banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

KETIKA KEPSEK SMPN 30 SURABAYA PURNA TUGAS

446 views


Drs Tumarni MM
Drs Tumarni MM

WAKTU begitu cepat berlalu, tak terasa usia sudah menginjak 60 tahun, sebagai batas akhir status pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan terakhir sebagai kepala sekolah. Kepsek SMPN 30 Surabaya, Drs Tumarni MM, tepat 1 April 2016 sudah menginjak usia 60 tahun, otomatis ia pun harus memasuki masa purna tugas alias pensiun.

Tentu saja banyak suka dan duka dalam meniti karirnya. Karir Pak Tum,  begitu ia biasa dipanggil sehari-hari, dimulai saat tahun 1978-1980 menjadi guru SMP swasta dengan mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Lalu pada tahun 1981-1988, ia dipindahtugaskan menjadi guru di SMPN 15 Surabaya. Selanjutnya, pada tahun 1988-1991 Pak Tum ditugaskan di SMPN Ujung Pangkah, Gresik. Dan, tahun 1991-2007 Pak Tum ditugaskan menjadi guru Bahasa Indonesia di SMPN 31 Surabaya. Puncaknya, tahun 2007-2014 Pak Tum dipercaya menjadi kepala sekolah di SMPN 10 Surabaya. Dan, tahun 2014-2016 Pak Tum menjadi Kepsek SMPN 30 Surabaya.

Pria berpenampilan kalem dan bersahaja ini ‘’sempat digandoli’’ oleh segenap civitas akademika SMPN 10 Surabaya (siswa, guru, karyawan, komite, stake holder) saat kepindahannya ke SMPN 30 Surabaya. Bahkan mereka sempat meneteskan air mata sebagai pertanda kesedihan yang sangat mendalam tatkala Pak Tum harus dipindahkan ke SMPN 30 Surabaya. Mengingat ketokohannya saat memimpin SMPN 10 Surabaya selama tujuh tahundianggap berjasa, mumpuni dan memiliki loyalitas serta dedikasi yang tinggi. Pak Tum bersifat kebapakan dan menjadi panutan bagi segenap civitas akademika SMPN 10 Surabaya.

Pun demikian di SMPN 30 Surabaya, Pak Tum membuat segenap civitas akademika “trenyuh” atas kepurnatugasannya. Karena selama ini sebagai Kepsek SMPN 30 Surabaya banyak kenangan manis nan indah dalam kepemimpinannya.

Pak Tum telah merampungkan tugas-tugasnya sebagai pendidik dan kepala sekolah dengan pencapaian yang terbaik, mengingat semua itu adalah amanah. Hingga nama dan jasa-jasanya telah terpatri di dada sebagian besar anak didiknya serta dunia pendidikan pada umumnya dan akan dikenang sepanjang masa. Terima kasih Pak Tum, engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa. (F.453) www.majalahfaktaonline.blogspot.com / www.majalahfaktanew.blogspot.com