Semua  

KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN RSUD SALATIGA NAIK DARI 42% KE 80%

Direktur RSUD Kota Salatiga, dr Sri Pamuji (kanan), bersama Wadir Listiyono saat memeriksa gedung baru 3 lantai Selasa (22/5).
Direktur RSUD Kota Salatiga, dr Sri Pamuji (kanan), bersama Wadir Listiyono saat memeriksa gedung baru 3 lantai Selasa (22/5).
Direktur RSUD Kota Salatiga, dr Sri Pamuji (kanan), bersama Wadir Listiyono saat memeriksa gedung baru 3 lantai Selasa (22/5).
Direktur RSUD Kota Salatiga, dr Sri Pamuji (kanan), bersama Wadir Listiyono saat memeriksa gedung pelayanan IRNA VIP 4 lantai Selasa (22/5).

“KEPUASAN terhadap pelayanan kita dari 42 persen naik ke 80 persen itu dari evaluasi pihak ketiga, UNDIP Semarang. Survei independen tentang kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan RSUD Kota Salatiga itu berdasarkan standar dari kementerian kesehatan dan kementerian pendayagunaan aparatur negara. Skenario untuk menaikkan persentase kepuasan masyarakat itu kami lakukan dengan menyebar kotak-kotak saran, menambah maklumat pelayanan standar, etika/budaya melayani di setiap ruang, integritas, rendah hati, mau melayani. Moto melayani dengan senyum itu memang dari dulu direktur kita pertama kali sudah menanamkan budaya salam sapa. Demikian dijelaskan oleh Direktur RSUD Salatiga, dr Sri Pamuji, bersama Wadir Listiyono saat memeriksa gedung pelayanan IRNA VIP 4 lantai hari Selasa (22/5) kepada Edi Sasmita dari FAKTA.

Indikatornya, lanjut Sri Pamuji, untuk semua unit harus senyum, tidak boleh nggrundel bila ada kekurangan pendapatan maupun kecerewetan pasien, harus tetap melayani dengan integritas, tidak korupsi. “Pelayanan poli dan rawat pada pukul 09.00 WIB dokter harus sudah mulai layanan sehingga layanan kita, mutu pelayanan kita meningkat, pasien juga lebih nyaman. Dokter melakukan pekerjaan dengan standarnya, visit dari pukul 08.00 – 14.00 WIB. Itulah aturannya. Ruangan sudah harus dibersihkan, obat sudah harus disiapkan, laboratorium pagi hari diperbolehkan waktu tunggu, pelayanan obat tidak boleh lebih dari 1 jam mulai dari penerimaan resep sampai dapat obatnya”.

“Kita akui masih ada beberapa kekurangan pelayanan. Kami akan mengadakan rekrutmen SDM terutama untuk operasional gedung 3 lantai masih butuh beberapa tenaga kesehatan, beberapa perawat dan tenaga dokter. Dari 270 tenaga kerja yang dibutuhkan, kita bisa memenuhi sekitar 130 tenaga kerja dalam rangka kebutuhan pelayanan di RSUD Kota Salatiga. Itu pun sudah kami sesuaikan dengan kemampuan membayar. Pendapatan kami proyeksikan dengan membayar SDM sekitar 130 orang tenaga kerja dengan asumsi minimal UMR status  BLUD, menurut aturan UU-nya, haknya sama dengan PNS yang tentunya sesuai kemampuan keuangan RSUD dengan fasilitas gaji berkala, tunjangan hari raya, tunjangan hari tua, kesehatan, gajinya sekitar Rp 1.300.000,- ditambah jasa medik antara Rp 700 ribu sampai Rp 800 ribu sudah melebihi UMR 2018. Diperkirakan 2 bulan ke depan gedung baru sudah operasional maksimal bulan Agustus 2018 untuk mendukung tercapainya target pendapatan RSUD yang sebesar Rp 125 M per tahun. Insya Allah kita mampu dan harus optimis,” tuturnya. (F.867)