FAKTA – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat layanan transportasi publik kembali ditegaskan pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dr. Nyono meninjau operasional Bus TransJatim di Terminal Bunder, Kabupaten Gresik.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan layanan transportasi publik berjalan aman, nyaman, dan lancar, sekaligus benar-benar dirasakan manfaatnya selama masa libur Nataru.
Pemprov Jatim bersama Dishub menegaskan komitmennya menghadirkan layanan transportasi yang andal, humanis, dan berorientasi pada keselamatan penumpang.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah tidak hanya melakukan pengecekan operasional, tetapi juga menjajal langsung layanan Bus TransJatim bersama keluarga. Dari Terminal Bunder Gresik, Khofifah menaiki Bus TransJatim menuju destinasi wisata literasi digital Gresik Universal Science (GUS), Minggu (4/1/2026).
Menurut Khofifah, penggunaan transportasi publik seperti Bus TransJatim merupakan bagian penting dari penguatan konektivitas dan mobilitas antarwilayah di Jawa Timur. Ia pun mengajak masyarakat untuk semakin memanfaatkan layanan tersebut, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan wisata.
“Masyarakat yang ingin berwisata ke GUS bisa menggunakan Bus TransJatim Koridor 3 rute Gresik–Mojokerto. Perjalanan sekitar 40 menit ini menjadi pengalaman tersendiri sekaligus dukungan nyata terhadap pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan dan terjangkau,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan, kehadiran Bus TransJatim tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penghubung antar daerah serta membuka akses ke berbagai destinasi wisata di Jawa Timur.
“Sejak awal Bus TransJatim kami hadirkan untuk melayani mobilitas masyarakat yang bekerja, termasuk para siswa dan santri. Selain itu juga menjangkau sejumlah destinasi wisata yang ada di Jawa Timur,” katanya.
Khofifah menyebutkan, hingga kini telah beroperasi delapan koridor Bus TransJatim. Ke depan, penambahan koridor masih terbuka untuk dilakukan agar layanan semakin merata, seiring dengan meningkatnya minat dan bahkan replikasi program TransJatim oleh sejumlah daerah lain di luar Jawa Timur.
Dari sisi tarif, Bus TransJatim dinilai sangat terjangkau. Penumpang umum cukup membayar Rp5.000, sementara pelajar dan santri hanya dikenakan tarif Rp2.500. Selain murah, layanan ini juga mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan.
Bus TransJatim dilengkapi berbagai fasilitas penunjang berbasis digital yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang. Hal ini menjadi bagian dari upaya Dishub Jatim dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik modern.
“Saya mengajak masyarakat Jawa Timur untuk memanfaatkan Bus TransJatim guna memudahkan mobilitas bersama keluarga. Insya Allah Bus TransJatim akan terus mengoneksikan antar daerah di Jawa Timur sekaligus menghadirkan berbagai inovasi di setiap peluncuran koridor baru,” pungkas Khofifah. (nyo)






