FAKTA – Kepala Desa Megeri Samsi, Kecamatan Menden Kabupaten Blora pada tanggal 1 Juni 2025 resmi Hari Kesaktian Pancasila mangajukan mengunduran diri sebagai Kepala Desa Megeri Kecamatan Menden Kabupaten Blora, Senin (16/6/2026).
Alasan pengunduran diri sebagai Kepala Desa Megeri, Merasa tidak nyaman kerena ada beberapa sebab dan desakan yang yang mungkin akan menjadi gejolak masyarakat banyak persolan yang harus diselesaikan. Oleh sebab itu, kami mengundurkan diri sebagai Kepala Desa Megeri, agar supaya masyarakat bisa kondosif tanpa ada gejolak.
Saat media ini konfirmasi kepada tokoh masyarakat Sugiarto, mengatakan terkait pengunduran dirinya sebagai Kepala Desa, sudah pas, sebab banyak masalah yang dihadapi persoalan terhadap kasus yang menimpa dirinya ini tidak ada jalan keluar, dan kasus tersebut, tinggal menunggu waktu, bahwa pihak yang terkait penjualan aset bengkok desa yang dijual oleh Kepala Desa Megeri Samsi. “Pihak Inspektorat akan menindak lanjuti laporan masyarakat terkait penjualan aset desa sekitar 60 juta tersebut, untuk kepintingan pribadi, hal ini harus dipertanggung jawabkan atas perbuatanya sebab diduga ada unsur korupsi dan manipulasi,” ujar Sugik.
Kedua ada laporan masyarakat yang di duga penggelapan 18 sertifikat, untuk kepentingan pribadi, persoalan menjadi rumit tidak ujungnya, akhirnya blunder sampai saat ini tidak ada titik temu, belum ada penyesesaian, sebab saat dikonfirmasi Kepala Desa Samsi, tidak bisa bertemu dengan alasan sakit tidak bisa bicara, pihak korban tersebut, akan berupaya hukum masalah sertifikat yang dipinjamkan di bank tidak ada penyelesaian sampe sekarang masih tidak ada ujung pangkalnya, prahara yang menimpa para korban minta keadilan yang pasti, sampai sekarang tidak ada tanggung jawab pihak kades Samsi, selalu berkelit apabila ditemui bahkan hanya bisa pasrah kalau mau meja hijaukan,” ujarnya.
Saat ini masyarakat bisa tersandra terkait sertikat tersebut, dipinjamkan diperbankan oleh Kepala Desa Megeri Samsi, tidak ada angsuran dari pihak bank, yang sudah lama di gantung, masyarakat mengeluh dan sudah dua orang yang meninggal dunia sebab mikir di tagih bank yang tidak memberi jawaban yang pasti, sehingga sampe hari ini belum ada titik temu masalah tersebut,ada salah satu korban mengeluh kepada media mencari jalan keluarnya seperti apa ada solusi mencari jalan keluarnya.
Saat media ini menghubungi lewat Whatsapp kepada Samsi, tidak ada respon, bahkan handphone-nya dimatikan, sehingga berita ini di unggah. (Zamhari)





