FAKTA – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Wilayah Prov. Sulawesi Barat (Sulbar) memastikan seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2023/1444 H berjalan dengan adil, jujur dan transparan serta bebas dari unsur Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) Selasa, (31/1/2023)
Hal tersebut Kakanwil sendiri yang melakukan tes didampingi Kepala Bidang Haji, Kakanwil sejak awal sudah memberikan warning kepada panitia penyelenggara agar dilakukan secara adil, jujur dan transparan, akuntabel serta tidak ada yang melakukan KKN, dan bila terbukti ada yang melakukan itu, maka bersiaplah menerima sanksinya,” kata Kabag Tata Usaha Kanwil Agama Sulbar H. Suharli.
Lanjut, dalam perbaikan sistem pelayanan penyelengaraan ibadah haji terus dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan salah satu upaya yang dilakukan saat ini adalah memperbaiki sistem penerimaan Petugas Haji, yang nanti menjadi petugas pendampingan jemaah haji sejak dari tanah air hingga pelaksanaan Ibadah haji di Arab Saudi.
Untuk mendapatkan petugas haji yang berkualitas disertai Sumber Daya Manusia Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Sulawesi Barat, dalam penerimaan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dilakukan adil, jujur, transparan dan bebas dari KKN.
Saat pendaftaran dibuka dari tanggal 6 hingga 20, pendaftarnya membeludak, jumlahnya mencapai hingga ratusan orang. Para peserta merasa optimis memiliki peluang lulus menjadi petugas haji. Karena hasilnya sangat ditentukan dari hasil tes kemampuan individu, mulai dari tes Administrasi, CAT, dan tes Wawancara. Mereka yang memiliki hasil tes terbaik dinyatakan lulus sebagai petugas Haji.
Pelaksanaan seleksi, setiap calon petugas PPIH diwajibkan mengikuti semua tahapan ujian seleksi mulai dari tes administrasi, CAT, dan wawancara. Dan semua tahapan tes dilakukan secara adil, jujur dan transparan, tidak ada intervensi dan tidak menerima titipan,” ucap H. Suharli.
Selanjutnya Ketua Panitia Penerimaan Calon PPIH Sulbar, H Hamdi, mengatakan pada tahun 2023 ini, jumlah pendaftar PPIH yang mengikuti seleksi tahap pertama CAT dan administrasi di ikuti sebanyak 222 orang dari 6 kabupaten.
Ia juga katakan hasil seleksi tahap pertama jumlah peserta yang dinyatakan lulus, ada 64 orang. Dan selanjutnya akan mengikuti tes tahap kedua dengan meteri wawancara dan CAT.
Peserta 64 orang yang dinyatakan lulus nantinya hanya tersisa 12 orang dengan rincian 7 orang sebagai PPIH petugas Kloter dan 5 orang lagi sebagai petugas PPIH Arab Saudi. (amk)






