FAKTA – Kecamatan Merapi Barat menggelar sedekah rumahan dalam menyambut Bulan Suci Ramadan yang digelar di kantor Camat Merapi Barat, Rabu (28/1/2026)
Camat Merapi Barat Heri Yulianto menjelaskan sebagai budaya masyarakat muslim setiap menyambut bulan suci Ramadhan adat budaya kita menggelar Ruwahan untuk mengirimkan doa kepada orang tua kita, dan leluhur yang sudah di alam kubur,
Ruwahan adalah tradisi masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya yang dilaksanakan pada bulan Ruwah (Sya’ban) untuk mendoakan arwah leluhur, orang tua, dan kerabat yang telah meninggal dunia sebelum memasuki bulan Ramadan. Tradisi ini merupakan perpaduan antara ajaran Islam (mendoakan kebaikan) dan budaya lokal, yang diisi dengan ziarah kubur, kenduri (sedekah makanan), tahlilan, serta mempererat silaturahmi,” ujar Camat kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Makna dan Tujuan: Ruwahan (dari kata arwah) bertujuan mengirim doa kepada leluhur agar mendapat ampunan Allah, sekaligus momen refleksi diri bagi yang masih hidup untuk mempersiapkan hati menyambut puasa Ramadan.
Akulturasi Budaya: Ruwahan merupakan contoh akulturasi Islam dan budaya lokal (Jawa/Melayu). Secara Islam, mengirim doa adalah perbuatan mulia, sementara bentuk perayaannya (kenduri/makan bersama) disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, Ruwahan adalah tradisi positif yang menggabungkan aspek sosial (silaturahmi), spiritual (doa), dan sedekah dalam momen bulan Sya’ban.
Acara ini dihadiri pegawai kantor kecamatan Merapi Barat dan undangan disekitarnya. (Bambang MD)






