FAKTA – Kepolisian Resor (Polres) Padang Pariaman mencatat sejumlah capaian kinerja signifikan sepanjang 2025, salah satunya penurunan angka kriminalitas sebesar 4,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir, SIK, MSi saat memaparkan rilis akhir tahun di Mapolres Padang Pariaman, Parit Malintang, Rabu (31/12/2025).
“Pada tahun 2024 jumlah kejahatan yang dilaporkan sebanyak 1.009 kejadian. Di tahun 2025 mengalami penurunan sekitar 4,75 persen. Ini patut kita syukuri karena tren kejahatan dapat dikendalikan dan diminimalisir,” kata Ahmad Faisol.
Ia menegaskan, hingga akhir tahun 2025 Polres Padang Pariaman tetap menjalankan pelayanan kepolisian secara optimal, mulai dari pelayanan publik, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga bantuan penanganan bencana alam.
Meski angka kriminalitas secara umum menurun, Ahmad Faisol mengungkapkan kasus narkotika masih mendominasi tindak pidana yang ditangani sepanjang tahun 2025 dengan total 84 laporan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 27 persen dibandingkan tahun 2024.
Selain itu, kasus pencurian dengan pemberatan tercatat sebanyak 102 kejadian, yang rata-rata terjadi dua kali dalam sepekan. Sementara kasus pencurian kendaraan bermotor tercatat sebanyak 12 kejadian.
Di bidang lalu lintas, Polres Padang Pariaman mencatat penurunan angka kecelakaan. Jika pada 2024 terjadi 389 kasus kecelakaan lalu lintas, maka pada 2025 jumlahnya menurun sekitar 20 persen.
“Jumlah penindakan di lapangan berupa tilang dan teguran cukup dominan, dengan total 3.311 penilangan. Hal ini turut berdampak pada menurunnya angka kecelakaan lalu lintas,” ujar Kapolres.
Dalam rilis tersebut, Kapolres juga menyinggung sejumlah kasus menonjol yang menyita perhatian publik, termasuk kasus pembunuhan seorang gadis penjaja gorengan yang telah divonis hukuman penjara seumur hidup, serta kasus pembunuhan tiga perempuan muda yang hingga kini masih dalam proses persidangan.
“Kedua kasus ini cukup menarik perhatian publik di Sumatera Barat, bahkan menjadi perhatian nasional,” katanya.
Selain penegakan hukum, Polres Padang Pariaman juga memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 10.736 pemohon dilayani dalam penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Polres Padang Pariaman juga terus mengembangkan inovasi layanan berbasis digital melalui call center 110. Sepanjang tahun ini, layanan daring tersebut telah melayani sebanyak 289 produk layanan.
“Layanan ini cukup efektif dan efisien. Ke depan akan terus kita kembangkan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan kepolisian,” ujar Ahmad Faisol.
Kapolres turut menyoroti kondisi duka akibat bencana alam yang melanda wilayah Padang Pariaman. Ia memastikan Polres Padang Pariaman berperan aktif dalam upaya penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana dengan mengerahkan personel serta sarana prasarana yang dimiliki.
“Polri berkomitmen mengerahkan sumber daya, baik personel maupun sarpras seperti dapur lapangan, water treatment, dan peralatan lainnya, agar mitigasi bencana berjalan baik dan pemulihan wilayah terdampak dapat berlangsung cepat,” katanya.
Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, Kapolres Padang Pariaman juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan euforia berlebihan. Pihaknya telah menyiapkan posko serta personel pengamanan di sejumlah objek vital, seperti pusat perbelanjaan, terminal, bandara, objek wisata, dan lokasi perayaan tahun baru.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan hura-hura, balap liar, pesta kembang api, maupun aktivitas lain yang menimbulkan euforia berlebihan dalam menyambut Tahun Baru 2026,” kata Ahmad Faisol. (ss)






