Kabupaten Balangan Menuju Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan

“Kedaulatan pangan adalah salah satu bentuk pertahanan nasional. Untuk itu, mari kita terus bangun dunia pertanian kita agar swasembada pangan terwujud”.
“Kedaulatan pangan adalah salah satu bentuk pertahanan nasional. Untuk itu, mari kita terus bangun dunia pertanian kita agar swasembada pangan terwujud”.

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Perternakan dan Perikanan (PTPHPP) yang bekerja sama dengan Kodim 1001 Amuntai-Balangan melaksanakan Temu Lapangan dengan agenda Tanam Serentak.

Tanam serentak yang dilaksanakan di hamparan lahan sawah Desa Galumbang, Kecamatan Juai, yang digagas oleh Dinas PTPHPP Kabupaten Balangan dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Balangan, Akhmad Fauzi SSos, Kasdim 1001/Amuntai-Balangan, Mayor Inf Kamaruddin, Kapolsek Juai dan Kelompok Tani Tunas Muda Desa Galumbang.

Kepala Dinas PTPHPP Kabupaten Balangan, Ir Tuhalus MP, mengungkapkan, tanam serentak perdana yang berlokasi di hamparan lahan sawah milik Kelompok Tani Tunas Muda seluas 150 Ha ini bertemakan “Mari Menuju Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan”.

Lewat tanam serentak ini, Pemkab Balangan ingin memotivasi para petani jika tanam dua kali bisa dilakukan, dan penanaman padi secara serentak juga penting untuk menghindari kemungkinan gagal panen karena serangan beberapa penyakit dan hama, seperti hama tikus.

Ir Tuhalus mengatakan, jika penanaman padi tidak bersamaan resiko gagal panen akibat hama tikus akan jauh lebih besar, karena hama tikus bisa berpindah-pindah ke sawah lain, yang umur padinya berbeda-beda.

Selain itu, menurutnya, tanam serentak juga membuat pengendalian hama dan penyakit bisa lebih mudah dilakukan.

Pemkab Balangan selalu mendukung dan mendorong para petani agar terus memaksimalkan usaha taninya lewat berbagai program. Dengan begitu, diharapkan pertanian di Balangan bisa lebih cepat maju, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Mayor Inf Kamaruddin selaku Kasdim Kodim 1001Amuntai – Balangan mengatakan bahwa dengan kegiatan ini Kabupaten Balangan dapat menjadi daerah swasembada pangan untuk menjadi daerah dengan ketahanan pangan yang tangguh. Untuk mendukung hal tersebut, jajaran Babinsa Kodim 1001 bersama para penyuluh dari pemerintah siap membantu petani dari menanam hingga panen.

“Apa yang kita lakukan ini demi untuk mencapai swasembada pangan, baik di level daerah maupun nasional dan juga tentunya membantu masyarakat khususnya para petani,” jelas Mayor Inf Kamaruddin.

Beberapa waktu lalu jajaran Kodim 1001 Amuntai-Balangan terus melakukan pendampingan pada petani yang ada di wilayah kerjanya. Bukan hanya sekedar pendampingan dan monitoring ke lapangan, para anggota TNI ini juga diharuskan dapat membantu para petani dengan cara ikut langsung petani bercocok tanam.

Menurut Danramil 1001-04/Batu Mandi, Kapten Arm Anthonius Dwi Wardhana, setiap anggota Babinsa diwajibkan turun ke lapangan guna melakukan pendampingan dan monitoring bagi para petani. Hal ini, kata Anthonius, dilakukan agar kondisi terkini pertanian secara umum dan para petani secara khusus dapat diketahui, dan jika ada kendala di lapangan bisa diambil langkah antisipasi lebih cepat.

Apa yang dilakukan pihak Koramil 1001-04/Batu Mandi tersebut demi mencapai swasembada pangan dalam ruang lingkup daerah maupun nasional, dan juga tentunya untuk membantu masyarakat.

Selain itu, alasan para Babinsa ini diperintahkan langsung ke lapangan karena petani wajib mendapatkan tindakan khusus maupun perhatian. Hal itu, menurut Danramil Batu Mandi, bertujuan untuk merangsang semangat yang dimiliki para petani, untuk saling bersinergi dalam mensukseskan program swasembada ketahanan dan pangan. Serta pendampingan dan motivasi akan terus jajaran Koramil Batu Mandi berikan ke para petani binaan di wilayah tugas masing-masing. Dengan adanya monitoring dan pendampingan tersebut, diharapkan keluhan-keluhan yang dirasakan para petani dalam aktifitasnya bercocok tanam dapat segara diatasi.

“Kedaulatan pangan adalah salah satu bentuk pertahanan nasional. Untuk itu, mari kita terus bangun dunia pertanian kita agar swasembada pangan terwujud”.

Seperti diketahui, mengembalikan Kalimantan Selatan menjadi lumbung pangan nasional merupakan tekad yang kini terus digelorakan dan diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan pemerintah kabupaten melalui berbagai kebijakan pembangunan yang telah diprogramkan.

Salah satunya adalah kembali fokus untuk mengembangkan sektor tanaman pangan dan meningkatkan hasil produksi perkebunan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat baik lokal bahkan nasional.

Terungkap, hanya dengan pertanian maka masyarakat dan suatu daerah akan memiliki daya tahan dan pondasi perekonomian yang kuat, dari goncangan maupun terpaan krisis apa pun.

Makanya pada rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang Kalimantan Selatan, difokuskan pada pengembangan sektor pertanian berbasis agroindustri, yang berarti juga memberikan porsi anggaran untuk sektor tersebut menjadi lebih besar.

Pertanian berbasis agroindustri yang diharapkan mampu terwujud dalam waktu 10-15 tahun ke depan, berarti adalah pengembangan pertanian secara luas, bukan hanya tanaman pangan berupa padi, tetapi juga pengembangan sektor peternakan, perikanan dan perkebunan.

Selain meningkatkan anggaran, pemerintah juga telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Pertanian Berkelanjutan. Melalui erda tersebut, pemerintah provinsi telah menetapkan beberapa areal pertanian masing-masing kabupaten yang tidak boleh dialihfungsikan untuk kepentingan apa pun selain pertanian.

Dalam Perda Lahan Pertanian Berkelanjutan, total lahan pertanian yang dijadikan lahan pertanian abadi hanya 353.000 hektar atau terjadi penyusutan lahan pertanian sekitar 100.000 hektar. Penyusutan luas lahan pertanian ini akibat gencarnya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dan industri, serta perkebunan.

Demikian halnya di Kabupaten Balangan, dari luas lahan pertanian masing-masing sekitar 30.000 hektar, berkurang 30 persen yang dicadangkan untuk lahan pertanian abadi.

Selain itu, kini pemerintah juga terus mengupayakan penyelesaian pembangunan irigasi di Kalimantan Selatan yang bukan hanya akan meningkatkan produksi, tetapi juga mampu mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani, karena sawah yang awalnya hanya panen satu kali menjadi dua kali. (Tim) www.majalahfaktaonline.blogspot.com / www.majalahfaktanew.blogspot.com / www.instagram.com/mdsnacks