Jembatan Gantung Desa Danawarih Amblas Diterjang Amukan Arus Kali Gung, Bupati Tegal Kucurkan Dana BTT untuk Perbaikan

Jembatan Gantung di desa Danawarih yang hampir putus akibat diterjang arus deras Kali Gung ( gambar atas) Bupati Tegal bersama jajarannya saat meninjau jembatan Gantung Desa Danawarih yang terkena musibah (gambar bawah). (foto: sus/majalahfakta.id)

FAKTA – Jembatan Gantung Danawarih adalah jembatan ikonik sepanjang 273 meter di Desa Danawarih, Balapulang, Kabupaten Tegal, yang menghubungkan Desa Danawarih dan Sangkanjaya. Dibangun tahun 1992, jembatan ini melintasi Kali Gung, menjadi jalur utama warga dan destinasi wisata dengan pemandangan asri.

Keindahan jembatan gantung ini yang merupakan akses jalan utama masyarakat Sangkanjaya saat ini kondisinya tidak bisa dilalui. Amukan arus deras kali Gung telah yang menghantam pondasi jembatan.

Sebagaimana diperoleh informasi warga setempat, akibat hujan deras, arus kali Gung sangat besar, hampir merobohkan pondasi jembatan. Musibah tersebut terjadi sekitar jam 03,00 WIB hari Kamis,26 Maret 2026.

Dampak akibat jembatan gantung amblas mengakibatkan masyarakat desa Sangkanjaya terancam terisolir.

Kepala DPU-PR Kabupaten Tegal, Teguh Dwi Rahardjo saat dikonfirmasi FAKTA membenarkan adanya musibah tersebut,Kamis,26 Maret 2026.

Menurut Teguh pihaknya sebagai dinas teknis melakukan langkah-langkah  dalam menyikapi jembatan gantung desa Danarih yang menghubungkan dengan desa Sangkanjaya yang amblas.

Adapun  langkah-langkahnya menurunkan tim
Respon Cepat Darurat (Emergency Response) meninjau

Peninjauan Lokasi.

Selanjutnya mengevaluasi tingkat kerusakan, dan memetakan situasi, terutama jika ada korban atau akses warga terputus total.

Untuk pengamanan Area memasang garis pembatas (police line/safety line) dan rambu peringatan di sekitar lokasi untuk mencegah warga melintas dan menghindari bahaya susulan, paparnya.

Secara kewilayahan akan dilakukan kolaborasi berkoordinasi dengan pemerintah setempat (camat, kepala desa) dan warga untuk langkah penanganan awal yang mendesak. Evaluasi perencanaan perbaikan Analisis, teknis melakukan kajian teknis untuk mengetahui penyebab utama jembatan ambruk, apakah karena faktor alam (banjir, tanah longsor) atau kegagalan struktur.

Tambahnya, sedangkan masalah anggaran (Budgeting) perbaikan jembatan akan konsultasi pada Bupati, apa masuk anggaran  APBD atau mengajukan dana darurat/bantuan khusus. 

“Kami hari ini sudah mendampingi Bupati Tegal langsung meninjau lokasi bencana jembatan gantung Desa Danarih. Bupati sangat merespon sekali dalam upaya penanganan perbaikan,” ujar Teguh.

Disamping Bupati Tegal juga ikut datang meninjau adalah Wakil Bupati Tegal, Asisten II, BPBD, Koramil,  Camat Balapulang,  Kepala desa Sangkan Jaya. Dari hasil kunjungan bersama ini arahan dari Bapak Bupati Tegal jembatan untuk segera diperbaiki. Perbaikanya dengan pondasi disisi Desa Sangkanjaya dengan material beton siklop dan bronjong, terangnya lagi.

Harapannya jembatan eksisting bisa kembali berfungsi normal perbaikan akan menggunakan0 anggaran BTT (Bantuan Tak Terduga) Kabupaten Tegal, Pungkas Teguh. (sus)