FAKTA – Seorang ibu hamil di Desa Bela, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) harus ditandu sejauh 25 km menuju jalan poros untuk dijemput ambulans.
Selanjutnya, dibawa menuju Puskesmas, hal tersebut terpaksa dilakukan pihak keluarga karena kondisi jalan rusak, tidak dapat dilalui ambulans.
Ibu hamil yang ditandu itu belum diketahui indentitasnya, ia ditandu pihak keluarga menggunakan bambu dan tenda terpal biru melalui jalan rusak dan terjal.
“Baru sekitar 10 hari ada jenazah ditandu, sekarang ada lagi ibu hamil ditandu sejauh 25 kilometer,” kata salah satu pemuda Tapalang Ansar, Jumat (25/11/2022).
Ketua Cabang HMI Manakarra itu mengaku, kejadian tersebut sudah berulang kali setiap ada warga sakit atau meninggal pasti ditandu karena kondisi jalan yang tak bisa dilalui kendaraan.
“Jadi ditandu dulu ke jalan poros kemudian dijemput oleh mobil ambulance untuk dibawah ke puskesamas,” terang Ansar.
Ia sangat menyesalkan, karena pemerintah saat ini buta terhadap kondisi jalan rusak parah dan berimbas buruk kepada masyarakat.
Apalagi jika ada warga yang sakit ataupun meninggal mesti harus ditandu dan jaraknya tidak dekat.
“Harapan kita tentu ini harus jadi perhatian khusus dari pemerintah karena ini soal pelayanan kesehatan masyarakat,” bebernya.
Sementara itu Camat Tapalang Syawal menyatakan, warga di Desa Bela dan Kopeang itu memang sering terjadi jika ada orang sakit pasti ditandu warga.
Karena akses jalan rusak parah tidak bisa dilalui oleh kendaraan baik itu roda dua dan roda empat, jadi harus ditandu dulu ke jalan yang bisa dilewati kendaraan.
“Memang di sana sudah sering terjadi jika ada yang sakit pasti ditandu, tap kita koordinasi ke puskesmas untuk dijemput ambulance lalu dibawah ke puskesmas,” kata Syawal kepada wartawan. (ode)






