Semua  

Inflasi Tanjung Maret 2026 Capai 0,45 Persen, Kenaikan Harga Pangan Jadi Pendorong Utama

FAKTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabalong mencatat Kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,45 persen pada Maret 2026 secara bulanan. Kenaikan harga terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi.

Pada Maret 2026, Kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,45 persen dibandingkan Februari 2026. Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 5,18 persen, sementara inflasi tahun kalender mencapai 2,62 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan harga barang dan jasa yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kelompok pengeluaran yang paling besar mendorong inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,64 persen secara bulanan. Selain itu, sektor transportasi juga turut menyumbang inflasi sebesar 0,07 persen. Sebaliknya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru menahan inflasi dengan andil negatif sebesar 0,25 persen.

Beberapa komoditas utama yang memicu kenaikan harga di antaranya beras, ikan nila, daging ayam ras, cabai rawit, dan ikan papuyu. Sementara itu, komoditas seperti emas perhiasan, ketimun, bayam, sawi hijau, dan kangkung menjadi penahan laju inflasi pada bulan ini.

Secara tahunan, inflasi Tanjung sebesar 5,18 persen juga dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Bahkan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil cukup besar terhadap inflasi tahunan.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Selatan, tingkat inflasi tahunan Kota Tanjung tergolong relatif tinggi. Angka ini sedikit di atas rata-rata provinsi yang berada di kisaran 4,83 persen, serta menjadi yang paling tinggi dibanding beberapa kabupaten/kota lainnya. (tbl/eya)