FAKTA — Konferensi VII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Pariaman/Pariaman melahirkan kepemimpinan baru. Idham Fadhli terpilih sebagai Ketua PWI Padang Pariaman/Pariaman periode 2026–2029 setelah meraih suara mayoritas mutlak dalam pemungutan suara yang digelar Sabtu, 24 Januari 2026.
Idham unggul jauh dari dua kandidat lain dengan perolehan 10 suara dari total 17 suara sah. Pesaing terdekatnya, Ikhlas Darma Murya, memperoleh 4 suara, sementara Ahmad Damanhuri meraih 2 suara. Satu anggota memilih abstain.
“Idham Fadhli memperoleh lebih dari 50 persen suara. Itu berarti pemilihan berlangsung satu putaran dan sah,” kata Sekretaris Panitia Konferensi VII PWI Padang Pariaman/Pariaman, Aris Prima Gunawan, Sabtu sore. Aris menjelaskan, usai penetapan ketua terpilih, konferensi langsung membentuk Tim Formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan PWI Padang Pariaman/Pariaman untuk tiga tahun ke depan. Tim ini diharapkan segera bekerja agar roda organisasi tidak mengalami kekosongan kepemimpinan.
“Tim Formatur sudah terbentuk. Harapannya, kepengurusan baru bisa segera disusun dan berjalan seiring visi-misi ketua terpilih,” ujar Aris, yang juga menjadi bagian dari tim tersebut.
Dalam pidato singkat usai pemilihan, Idham Fadhli menyampaikan komitmennya membenahi organisasi wartawan terbesar di Indonesia itu di tingkat daerah. Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dan soliditas internal.
“Kita ingin membangun PWI Padang Pariaman/Pariaman ke arah yang lebih baik, lebih solid, dan lebih berwibawa. Itu tidak bisa dikerjakan sendiri,” kata Idham.
Ia juga menyinggung soal keberadaan kantor PWI yang selama ini menjadi aspirasi lama anggota. Menurut Idham, persoalan tersebut akan menjadi salah satu agenda serius kepengurusannya.
“Soal kantor, itu aspirasi bersama. Saya yakin senior dan rekan-rekan punya keinginan yang sama. Kita benahi semuanya secara bertahap dan bersama-sama,” ujarnya.
Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Navie, meminta ketua terpilih konsisten menjalankan visi dan misi organisasi, terutama dalam pembinaan keanggotaan dan peningkatan profesionalisme wartawan.
“PWI harus terus melahirkan wartawan yang profesional, berintegritas, dan taat pada kode etik jurnalistik,” kata Widya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman, Yalviendri, saat membuka konferensi, mengapresiasi tema yang diusung panitia: “Langkah Baru Membangun Wartawan Profesional yang Beradab dan Bermartabat.”
Menurut Yalviendri, profesionalisme wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari sikap dan etika dalam menjalankan profesi. Wartawan, kata dia, dituntut menjaga independensi, menjauhi hoaks dan fitnah, serta tidak menjadikan produk jurnalistik sebagai alat provokasi.
“Integritas adalah fondasi utama profesi wartawan. Tanpa itu, pers akan kehilangan kepercayaan publik,” ujarnya.
Konferensi VII PWI Padang Pariaman/Pariaman ini menandai babak baru kepemimpinan organisasi pers di tingkat lokal, sekaligus menjadi ujian awal bagi ketua terpilih untuk menerjemahkan janji perubahan ke dalam kerja nyata. (SS)






