Semua  

Ibu Lansi 74 Tahun Yang Buta Dan Lumpuh Butuh Tempat Tinggal

FAKTA – Sungguh memprihatinkan, wanita Lanjut Usia (Lansia) Misnah (74), Warga Dusun Krajan, Desa Dadapan, Kecamatan bhKabat, Banyuwangi, saat ini menjadi perhatian publik. Pasalnya di usianya yang sudah tua renta ditambah kondisi fisik tidak dapat melihat (tuna netra) dan tidak bisa berjalan, sangat membutuhkan perhatian dari semua pihak baik dari keluarga terlebih dari instansi terkait. (11/5/2024)

Saat di kunjungi oleh awak media, dirumah anak angkatnya yang berada di Dusun Jaliyo, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, Misnah (74) terlihat sedang istirahat dengan memakai mukenah yang masih melekat ditubuhnya.

Slamet, selaku anak angkat dari Misnah (74) mengatakan, “rumah ibu sudah dijual setelah itu saya juga kontrakkan rumah untuk ibu, menjelang lebaran kemarin kontrakan habis dan harus keluar, Saya bingung, selanjutnya saya datangi rumah Kades untuk meminta bantuan” Ungkap Slamet dengan raut wajah sedih.

Setelah Lebaran Idhul Fitri kemarin, atas perintah Kades Jajuli, Sekretaris desa bersama Kadus dan Slamet mendatangi Panti Jompo yang ada di Glenmore, Banyuwangi, namun setiba disana mereka ditemui oleh wakil pengelola yang tidak berani mengambil keputusan, dan harus menunggu kepala Panti Jompo yang saat itu berada diluar kota.

“Kalau menurut aturan, di Panti Jompo setidaknya harus bisa mandiri. Baik berjalan, makan minum dan membersihkan diri sendiri,” ucap Slamet, menirukan penuturan pengelola Panti Jompo.

Sewaktu Misnah (74) menempati rumah kontrakan di Desa Dadapan, setiap hari Slamet pulang pergi untuk merawat ibu angkatnya. Hingga akhirnya ibu angkatnya di boyong untuk tinggal di rumahnya yang berada di Dusun Jaliyo, Kelurahan Sumberrejo, Banyuwangi.

“Satu hal yang saya harapkan, adanya tempat untuk ibu angkat saya ini. Bukan saya tidak mau ibu tinggal bersama saya, masalahnya saya juga masih numpang di tanah orang yang saya tempati sekarang,” terangnya Slamet.

Slamet juga mengakui bahwa selama ini sudah banyak upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah desa Dadapan untuk ibu angkatnya, banyak bantuan pemerintah yang sudah diterima bahkan sering, termasuk kepedulian warga sekitar baik berupa makanan, sembako dan uang santunan.

Sementara Kepala Desa Dadapan, Jajuli, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon WhatsApp mengatakan, “Pemdes Dadapan sudah memberikan berbagai upaya kepada Bu Misnah, beliau warga kita, semua bentuk bantuan untuk warga selalu kami berikan, bahkan kami juga himbau untuk warga yang mampu bisa berbagi kepada beliau” Jelas Jajuli kepala desa Dadapan.

“Kami sudah berupaya ke Panti Jompo, dan saat ini pun kami masih menunggu jawaban, masalahnya bu Misnah ini buta dan tidak bisa berjalan, kemungkinan itu menjadi kendala dan pertimbangan panti jompo” ujar Kades Dadapan, Jajuli.

Pihak Pemdes Dadapan juga akan mengupayakan langkah alternatif yakni rencana untuk menempatkan Bu Misnah di tanah Wakaf milik desa. Itupun juga harus ada persetujuan semua pihak, juga ada perwakilan pihak keluarga yang nantinya menjaga dan menemani.

“Mengingat Bu Misnah tidak bisa melihat dan berjalan, makanya harus ada pihak keluarga yang nantinya menjaganya,” pungkasnya. (prm)

Penulis: PramonoEditor: Ɱ𝖗. 𝕮𝖍𝖆𝖓𝖉