FAKTA – Hujan panjang disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Bondowoso mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Bencana ini terjadi di wilayah Kecamatan Jambisari dan Kecamatan Tamanan, tepatnya di Desa Jambi Anum, Desa Tegal Pasir Dan Sumber Anom.
Bupati Bondowoso melalui kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menginstruksikan agar tim segera menuju lokasi bersama personel untuk membantu warga yang terdampak bencana.
Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan data sementara yang diterima pukul 18.00 WIB, tercatat ada 6 rumah yang mengalami kerusakan, Rabu (9/4/2026).
“Rinciannya, 3 rumah terdampak di Kecamatan Jambisari dan 3 rumah lainnya berada di Kecamatan Tamanan,” tegas Kristianto.
Personel Gabungan Turun ke Lokasi
Menanggapi kejadian ini, personel BPBD langsung dikerahkan menuju lokasi untuk membantu evakuasi dan mengevaluasi barang-barang milik warga yang bisa diselamatkan. Tidak hanya BPBD, personel Polsek serta perangkat desa juga turun membantu meringankan beban warga.
Selain rumah yang ambruk, kejadian ini juga memakan korban berupa pohon besar yang tumbang dan menimpa rumah warga. Warga setempat pun bahu-membahu bergotong royong membantu proses pemotongan dan pemindahan pohon tersebut agar tidak membahayakan.
Bantuan Sesuai Kategori Kerusakan
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui BPBD siap memberikan bantuan bagi warga terdampak. Bantuan akan disesuaikan dengan kategori kerusakan, baik ringan maupun parah.
“Untuk kategori ringan, kita akan bantu berupa logistik dan material dari BPBD. Sedangkan untuk kategori berat atau rusak parah, akan kita ajukan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk mendapatkan bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Sampai berita ini diturunkan, total kerugian materiil masih belum bisa ditaksir secara pasti karena tim masih melakukan pendataan di lapangan.
Warga Diminta Waspada
Kepala BPBD juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem seperti ini tidak menentu. Ia menghimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada.
Wilayah ini memang cukup rawan bencana angin kencang. Diketahui, dua tahun lalu tepatnya tahun 2024, wilayah yang berdekatan juga pernah mengalami hal serupa akibat angin puting beliung disertai hujan deras, sebagaimana diakui Efendi, warga setempat.
“Kita himbau masyarakat selalu waspada atas kondisi alam yang tidak menentu,” pungkasnya. (Gafur)






