FAKTA – Partai Golkar menggelar acara silaturahmi dan halal bihalal di Gedung DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa krisis LPG di Indonesia telah teratasi.
“Alhamdulillah, berkat kerja tim dan komunikasi yang baik, saya menyampaikan dengan senang hati bahwa masa krisis kita sudah lewat. Masa krisis LPG itu sebenarnya kemarin. Ini saya sampaikan saja jujur,” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan, kondisi pasokan energi, khususnya LPG, kini semakin stabil setelah melewati masa sulit. Bahlil juga menyinggung adanya dinamika diskusi dalam proses penyelesaian persoalan energi.
“Khususnya saya di SDM, Bapak, Ibu semua, memang terjadi perdebatan alot dan diskusi yang luar biasa terkait dengan bagaimana bisa kita menyelesaikan persoalan krisis energi,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengapresiasi kinerja Fraksi Partai Golkar di parlemen. Ia menilai komunikasi internal partai semakin solid.
“Saya apresiasi kinerja daripada teman-teman pengurus DPP Partai Golkar. Dan lebih khusus teman-teman Fraksi Partai Golkar yang saya lihat semakin membaik. Sudah semakin membaik komunikasi yang sudah baik,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran parlemen dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah, termasuk terhadap para menteri, baik dari Golkar maupun di luar Golkar.
Acara yang berlangsung di Jalan Anggrek Nelly Murni tersebut dihadiri oleh pengurus pusat, daerah, serta kader partai. Suasana tampak ramai dengan nuansa kuning khas Golkar, sementara para tamu saling bersalaman dalam suasana Lebaran yang masih hangat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, memaparkan strategi menghadapi Pemilu 2029. Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal dan penguatan basis massa.
“Partai Golkar harus semakin dekat dengan masyarakat, memperkuat program-program yang menyentuh kebutuhan rakyat, dan menyiapkan kader-kader terbaik untuk Pemilu 2029,” ujar Sarmuji.
Ia menambahkan, fokus partai diarahkan pada penguatan akar rumput serta peningkatan keterlibatan pemilih muda.
“Pemilu 2029 bukan hanya soal angka kursi, tetapi bagaimana Partai Golkar benar-benar bisa hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi bagi rakyat,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan visi sekaligus mempererat komunikasi antarkader menjelang kontestasi politik mendatang. (Dina)






