Hadapi Arus Kuat Selat Bali, ASDP Siagakan Kapal Tunda di Ketapang dan Gilimanuk

Ilustrasi, tugboat atau kapal tunda adalah jenis kapal kecil yang dirancang khusus untuk menarik, mendorong, atau membantu kapal besar dalam manuver dipelabuhan, sungai, atau perairan lainnya. (Foto : mgmaritim/majalahfakta.id)

FAKTA – Upaya penguatan keselamatan dan kelancaran layanan penyeberangan terus dilakukan ASDP Indonesia Ferry di lintasan utama Jawa–Bali. Salah satunya dengan menyiagakan kapal tunda atau tugboat di kawasan Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi menghadapi potensi arus laut yang kuat maupun perubahan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi proses sandar kapal feri di pelabuhan. Kehadiran tugboat dinilai sangat penting untuk membantu manuver kapal ketika hendak bersandar maupun meninggalkan dermaga.

Dengan dukungan kapal tunda tersebut, proses sandar kapal feri dapat berlangsung lebih aman dan terkendali, terutama saat kondisi perairan Selat Bali mengalami arus yang cukup kuat. Hal ini juga diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan serta menjaga kelancaran jadwal operasional penyeberangan.

Tidak hanya mengandalkan armada pendukung, ASDP juga memperkuat kesiapsiagaan di lapangan dengan mengerahkan ratusan personel tambahan. Para petugas ini ditempatkan di sejumlah titik strategis di area pelabuhan guna memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan tertib dan aman.

Petugas tersebut memiliki beberapa tugas utama, mulai dari menjaga keamanan penumpang, mengatur kelancaran antrean kendaraan yang akan menyeberang, hingga memberikan informasi kepada pengguna jasa terkait kondisi pelayaran.

Selain itu, pemantauan kondisi cuaca juga dilakukan secara intensif. Para petugas di lapangan terus memantau perkembangan cuaca secara real-time dan berkoordinasi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk memperoleh informasi terbaru terkait kondisi perairan.

Dengan kesiapsiagaan armada dan personel tersebut, diharapkan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap berjalan aman, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antara Pulau Jawa dan Bali.