Gus Bupati Dampingi Kunjungan Kepala BGN di Pelosok Jember, Tegaskan Program MBG Sangat Dirasakan Masyarakat

Bupati Jember Gus Fawait dampingi ketua BGN kunjungi pembukaan mbg didesa Wringin agung. (foto: Idham/majalahfakta.id)

FAKTA – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional melalui kunjungan kerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di wilayah pelosok Jember, tepatnya di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, pada Kamis (16/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke wilayah perbatasan.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB, dilanjutkan dengan kunjungan ke Dapur SPPG Wringinagung pada pukul 08.30 WIB, kemudian ke Pondok Pesantren Nurul Chotib pada pukul 09.00 WIB untuk doorstop, dan ditutup dengan kunjungan ke Dapur SPPG Jombang pada pukul 10.20 WIB.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Kepala BGN yang dinilai membawa dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Kepala Badan Gizi Nasional di Kabupaten Jember, yang tidak hanya datang ke pusat kota, tetapi juga hadir langsung di pelosok, bahkan hingga di ujung perbatasan Jember. Ini menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah benar-benar dirasakan sampai ke masyarakat bawah,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam melihat langsung kondisi di lapangan, melaunching SPPG, serta membawa kabar baik terkait peningkatan mutu dan jumlah penerima manfaat program MBG.

“Kunjungan ini sekaligus untuk melihat langsung kondisi di lapangan, melaunching SPPG, serta membawa kabar baik terkait peningkatan mutu dan jumlah penerima manfaat dalam program Makan Bergizi Gratis dari Presiden Prabowo,” imbuhnya.

Ia juga menanggapi berbagai opini yang berkembang di masyarakat terkait program tersebut.

“Meskipun banyak tulisan liar yang menyatakan program MBG ini tidak tepat, kenyataannya di lapangan berkata lain, Pak. Saat kami turun langsung ke masyarakat, justru banyak yang bertanya dengan penuh harap, kapan sekolah kami menerima MBG. Dari situ kami melihat betapa program ini benar-benar dinanti, dibutuhkan, dan menyentuh hati masyarakat. Ini bukan sekadar program, tetapi harapan nyata bagi anak-anak dan masa depan mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa program MBG telah memberikan dampak luas di berbagai sektor.

“Alhamdulillah, hingga saat ini program MBG telah dirasakan manfaatnya oleh sekitar 62 juta masyarakat di seluruh Indonesia. Sampaikan kepada Presiden Prabowo, atas nama seluruh masyarakat Jember kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas program ini. Program MBG bukan hanya dirasakan manfaatnya oleh anak-anak, tetapi juga memberikan dampak besar bagi sektor pertanian dan peternakan, bahkan hingga para pelaku usaha bahan pokok lokal,” lanjutnya.

Menurutnya, dampak ekonomi dari program ini sangat terasa di tingkat bawah.

“Kami merasakan betul bagaimana program ini menggerakkan ekonomi di bawah, membuka peluang bagi petani, peternak, dan pengusaha lokal untuk ikut tumbuh bersama. Ini bukan hanya program bantuan, tetapi program yang menghidupkan dan menguatkan masyarakat dari berbagai sisi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dr. Dadan Hindayana, menegaskan pentingnya pembenahan data agar program MBG dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara tepat sasaran.

“Saya hadir di Jember ini untuk menyampaikan bahwa masih banyak calon penerima manfaat yang belum terdata di dalam sistem. Di lapangan, kami menemukan masih banyak santri yang belum terdata di Kementerian Agama, serta anak-anak balita yang belum memiliki NIK,” ujarnya.

“Kondisi ini banyak terjadi, terutama pada balita dari pernikahan dini, pernikahan siri, maupun anak-anak yang lahir dari kondisi sosial yang kurang beruntung. Ini menjadi perhatian serius bagi kami agar tidak ada satu pun yang tertinggal dari program ini,” tambahnya.

“Oleh karena itu, pendataan menjadi langkah penting yang harus kita lakukan bersama, agar seluruh penerima manfaat benar-benar tepat sasaran, sebagaimana yang juga disampaikan oleh Bapak Bupati tadi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jember berharap program ini terus diperkuat dan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, sekaligus mendorong terwujudnya generasi yang sehat, kuat, dan unggul di masa depan. (Idham)