Gubernur Sulbar Buka Bulan Mamase Dirangkaikan Karnaval Budaya Mamasa di Lapangan Kondosapata

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka hadiri kegiatan Bulan Mamase dirangkaikan Karnaval Budaya Kabupaten Mamasa. (Foto: Ammank-007/majalahfakta.id)

FAKTA – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bulan Mamase yang dirangkaikan dengan Karnaval Budaya Mamasa di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa pada Senin (6/4/2026).

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Mamasa Welem Sambolangi, Wakil Bupati Mamasa H. Sudirman, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mamasa Adel Palulun bersama Wakil Ketua TP PKK Hj. Hasnasari Sudirman, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

‎Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Bulan Mamase yang diawali dengan karnaval budaya yang meriah, diikuti oleh 17 peserta dari seluruh kecamatan yang berkolaborasi dengan OPD masing-masing.

‎“Saya salut dengan masyarakat Mamasa yang tetap bangga dengan budayanya. Pakaian adat seperti sambuk Mamasa memiliki keunikan tersendiri dan tetap digunakan di tengah arus modernisasi. Budaya adalah jati diri daerah yang menjadi identitas bagi masyarakatnya,” ujar SDK

‎Lanjut ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk menjadikan Bulan Mamase sebagai salah satu program prioritas pariwisata pada tahun mendatang. Melalui Dinas Pariwisata, kegiatan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Sulawesi Barat.

‎Selain itu, ia mendorong pengembangan produk UMKM Mamasa agar memiliki daya saing yang kuat. Komoditas unggulan seperti kopi Mamasa diharapkan dapat memiliki brand khas daerah. Begitu pula dengan komoditas pertanian seperti nenas dan markisa yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

‎Meski di tengah tantangan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

‎Sementara itu, Bupati Mamasa Welem Sambolangi menjelaskan bahwa Bulan Mamase bertujuan untuk memperkenalkan budaya, kearifan lokal, serta potensi pariwisata daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kerakyatan.

‎“Bulan Mamase menjadi momentum memperkenalkan budaya, pariwisata, serta pameran hasil UMKM. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dengan diaspora Mamasa yang pulang kampung, sehingga dapat berbagi pengalaman dan memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah,” jelasnya.

‎Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dan komunitas lokal lainnya. Bulan Mamase merupakan agenda tahunan yang diarahkan untuk menjadikan Mamasa sebagai destinasi pariwisata yang inklusif di masa depan.

‎Karnaval Budaya yang diikuti oleh 17 kecamatan menampilkan beragam atraksi budaya, musik tradisional, dan permainan rakyat. Parade dimulai dari Kantor DPRD Kabupaten Mamasa dan menempuh jarak sekitar dua kilometer sebelum berakhir di Lapangan Kondosapata. (Ammank-007)