Semua  

GUBERNUR PAPUA LANTIK DIREKSI PD IRIAN BHAKTI

SEBAGAI perusahaan milik Pemerintah Provinsi Papua, PD Irian Bhakti perlu mendapat perhatian khusus. Karena perusahaan ini dulu memberikan kontribusi besar kepada daerah sehingga harus diperbaiki manajemennya serta ditingkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di dalamnya. Untuk itu bagi karyawan yang tidak mampu dan melakukan pelanggaran segera diganti atau diberikan sanksi. Sehingga diharapkan ke depan perusahaan ini mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Demikian ungkap Mayjen TNI Purn Sudarmo dalam serah terima jabatan (sertijab) Direksi PD Irian Bhakti di Sasana  Karya Kantor Gubernur Papua, hari Jumat (18/5/2018), pukul 13.30 Wita.

Pejabat lama Direktur Utama, Markus M Olua SSos MSi, digantikan oleh pejabat baru Willem R Karinda SH. Direktur Niaga dan Keuangan, Heru Sruwiratno SP, digantikan oleh Rianto Siregar SH MM sebagai Direktur Niaga. Dan ditambahkan Evelin Yap SE  sebagai Direktur Keuangan, serta Alex Meteray sebagai Direktur Umum dan SDM. Hal itu sesuai SK Gubernur Papua No. 188.4/222/2018.

Pj Gubernur Papua,  Sudarmo, memberikan apresiasi kepada pejabat yang lama atas pengabdiannya selama ini dan kepada pejabat yang baru diberikan ucapan selamat bekerja sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di Pedalaman Papua maupun Papua Barat dalam pengiriman jatah berasnya.

Mayjen TNI Purn Sudarmo menambahkan, kehadiran PD Irian Bhakti untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan PAD, bukan membebani pemerintah daerah. “Saya ingatkan bahwa serah terima jabatan ini juga sebagai bagian dari kelengkapan persyaratan untuk mengikuti lelang tender. Dan, nantinya, kalau berhasil dalam pelelangan maka direksi dan semua karyawan harus bekerja keras dengan membuka usaha-usaha baru sehingga tidak tergantung dengan subsidi ongkos angkut beras ASN pedalaman. Sebagai contoh perusahaan Percetakan Negara sekarang ini sudah ditutup. Untuk itu segera lakukan konsolidasi untuk perbaikan SDM, administrasi dan manajemen. Karena saya mendapat laporan bahwa perusahaan ini juga sudah dalam keadaan sakit,” tuturnya. (Jonathan R)