Daerah  

Gua Belanda di Paiyyang Kec. Bonehau “Masih Perawan,” Butuh Pelestarian

Kawasan Gua Belanda di Paiyyang Kec. Bonehau.

FAKTA – Wilayah Kec. Bonehau dan Kalumpang telah dikenal hingga ke mancanegara sebagai salah satu wilayah yang tertua, sehingga tak heran jika di wilayah tersebut tersebar berbagai potensi wisata alam yang sangat menjanjikan, namun semuanya masih pada kondisi tidur/terpendam, akibat belum adanya rencana pelestarian oleh Pemerintah melalui Dinas Pariwisata.

Ada banyak wilayah yang berpotensi sebagiai objek wisata seperti di Kec. Kalumpang, ketika dapat dikelolah dengan sebaik-baiknya, antara lain: Pekuburan tua/Gua batu di Lebani, Padi Manurung di Gunung Paken Kec Kalumpang, Gua Belanda di Kec. Bonehau, serta masih ada beberapa kawasan lainnya yang berpotensi wisata di sekitarnya, akan tetapi semuanya itu hanya sebatas cerita karena belum satupun yang mendapat respon dari Pemerintah untuk dilestarikan.

Pariwisata adalah suatu bentuk kegiatan yang menyentuh dan melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga dapat memberi manfaat terhadap masyarakat setempat dan sekitarnya hingga manca negara, bahkan pariwisata memiliki energi yang sangat luar biasa karena mampu membuat masyarakat mengalami metamorpose dalam berbagai aspek, yang dapat meningkatkan berbagai aspek, antaralain aspek ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, nilai pergaulan, ilmu pengetahuan, peluang, serta kesempatan kerja.Selain hal tersebut diatas, bahwa kehadiran pariwisata juga sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang handal, oleh karena itu pemerintah hendaknya sedini mungkin dapat dan mampu melakukan antisipasi/penggarapan kawasan pariwisata yang tersebar di dua Kec, yakni Bonehau-Kalumpang, terutama objek wisata Gua Belanda, salahsatu tempat asal mulanya nenek moyang Bangsa Belanda, sesuai penjelasan cerita-cerita oleh para sejarawan-sejarawan nenek moyang yang turun temurun, dan termasuk almarhum Aris, TH. Tadollo (tokoh Budayawan Bonehau- Kalumpang) yang sempat dikonfirmasi berkali-kali oleh Wartawan Media ini dimasa hidupnya.

Tentang kondisi kawasan wisata Gua Belanda di Bonehau ini sangat strategis, mudah dijangkau karena diapit oleh beberapa Desa, termasuk Desa Tamalea, dan berada di pinggir jalan poros Bonehau-Kalumpang. (Mardani)