Gratis hingga 12 April, Dishub Provinsi Jatim Luncurkan TRADISI Layanan Ekspedisi Murah

Program ini tidak hanya berfokus pada efisiensi logistik, tetapi juga mendukung pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (Foto : Trans Jatim/majalahfakta.id)

FAKTA – Upaya memperkuat sistem distribusi barang sekaligus menekan biaya logistik di Jawa Timur terus dilakukan.

Terbaru, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menghadirkan layanan ekspedisi berbasis transportasi publik bernama Tradisi (Trans Jatim Ekspedisi) yang mulai dioperasikan di kawasan Gerbangkertasusila.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, mengungkapkan bahwa layanan tersebut menawarkan ongkos kirim yang terjangkau, yakni Rp2.500 per kilogram.

Menurutnya, kehadiran Tradisi diharapkan mampu membantu menekan biaya distribusi sekaligus menjaga stabilitas harga barang di pasar.

Ia menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada efisiensi logistik, tetapi juga mendukung pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.

“Selain meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar di sektor transportasi barang, layanan ini juga diharapkan memperkuat daya saing UMKM lokal,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Pada fase awal operasional, sistem pengiriman masih mengadopsi metode pool to pool.

Artinya, proses pengiriman dan pengambilan barang dilakukan melalui titik-titik terminal yang dilintasi armada Bus Trans Jatim.

Sejumlah terminal yang telah ditetapkan sebagai titik layanan antara lain Terminal Porong, Purabaya, Mojokerto, Bunder di Gresik, Paciran, Lamongan, serta Terminal Bangkalan.

Nyono menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem tersebut.

Jika mendapat respons positif dari masyarakat, layanan ini berpeluang diperluas ke wilayah lain seperti Malang Raya dengan skema pengiriman langsung ke alamat tujuan.

Sebagai bagian dari upaya sosialisasi, Dishub Jatim memberikan promo bebas biaya pengiriman selama satu pekan, terhitung sejak peluncuran hingga 12 April 2026.

Setelah periode promosi berakhir, tarif normal akan diberlakukan sesuai ketentuan. Waktu pengiriman pun relatif singkat, diperkirakan hanya membutuhkan satu hingga dua hari hingga barang tiba di tujuan.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini cukup mendatangi terminal yang dilalui Trans Jatim dengan membawa identitas lengkap pengirim dan penerima.

Barang yang akan dikirim wajib dikemas dengan aman sebelum diserahkan kepada petugas.

Setelah transaksi selesai, pengirim akan menerima resi sebagai bukti pengiriman yang harus disampaikan kepada penerima untuk proses pengambilan barang.

Untuk mendukung transparansi, Dishub Jatim juga menyediakan fitur pelacakan berbasis digital.

Melalui aplikasi Transjatim Ajaib, pengguna dapat memantau posisi barang secara langsung dengan memasukkan nomor resi pada menu Tradisi.

“Seluruh proses kami buat sederhana dan transparan agar masyarakat merasa aman dan nyaman menggunakan layanan ini,” tutup Nyono.