Film pendek Clermont-Ferrand Night digelar di Institut Français d’Indonésie

Clermont-Ferrand Night digelar di Institut Français d’Indonésie (IFI) Jakarta, Selasa (31/3/2027). (Foto: Dina/majalahfakta.id)

FAKTA – dari rangkaian perayaan atas partisipasi sineas Indonesia dalam Clermont-Ferrand International Short Film Festival, yang dikenal sebagai festival film pendek terbesar di dunia.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Institut Français d’Indonésie (IFI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia. Program ini menampilkan empat film pendek karya sineas Tanah Air yang sebelumnya diputar dalam festival tersebut, yakni Basri & Salma dalam Komedi yang Terus Berputar karya Khozy Rizal, Where The Wild Frangipanis Grow karya Nirartha Bas Diwangkara, Darah Ksatria karya Widya Arafah dan Arjuna Asa, serta Tak Ada yang Gila di Kota Ini karya Wregas Bhanuteja.

Program ini merupakan bentuk apresiasi terhadap meningkatnya pengakuan internasional terhadap film pendek Indonesia. Dalam edisi 2026, festival di Clermont-Ferrand mengangkat tema “Focus on Southeast Asia” dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu sorotan utama dengan total 11 film yang dipresentasikan kepada publik global.

Pemutaran perdana berlangsung di IFI Jakarta, Jalan MH Thamrin. Kegiatan ini berlanjut hingga awal April dan juga digelar di sejumlah kota lain, termasuk Bandung, Denpasar, Makassar, Medan, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Selain pemutaran film, acara dilengkapi dengan sesi diskusi bersama sutradara. Program ini juga menjadi bagian dari pengenalan La Fête du court-métrage, sebuah perayaan film pendek yang digelar secara serentak oleh jaringan budaya Prancis di Indonesia.

Kerja sama perfilman antara Indonesia dan Prancis terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah inisiatif telah dilakukan, antara lain program laboratorium film bersama, retrospektif sinema Indonesia di Paris oleh Cinémathèque Française, serta partisipasi sineas Indonesia dalam berbagai festival internasional, termasuk Gérardmer International Fantastic Film Festival.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap film pendek Indonesia semakin dikenal luas sekaligus memperkuat hubungan budaya antara kedua negara. Selain itu, kehadiran para sineas diharapkan dapat menginspirasi lahirnya talenta-talenta baru di industri perfilman nasional. (Dina)