Dukung Revolusi Hijau, HSU Tanam Ratusan Pohon

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan mengangkat tema "Kerja Bersama Makmurkan Rakyat Lestarikan Alam", di halaman terminal Banua Lima Amuntai.
Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan mengangkat tema "Kerja Bersama Makmurkan Rakyat Lestarikan Alam", di halaman terminal Banua Lima Amuntai.

Husairi : Biasakan Menanam Pohon Untuk Kelestarian Alam

KABUPATEN Hulu Sungai Utara (HSU) yang beribukotakan Amuntai, melaksanakan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan mengangkat tema “Kerja Bersama Makmurkan Rakyat Lestarikan Alam”, di halaman terminal Banua Lima Amuntai.

Meskipun diguyur hujan deras, acara tetap dilaksanakan dengan dihadiri Wakil Bupati HSU, H Husairi Abdi Lc, Ketua DPRD HSU, H Sahrujani, Kepala Bank Kalsel, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup HSU, Rusnaidy, Ketua TP PKK HSU, Dra Hj Anisah Rasyidah Wahid MAP, Wakil Ketua TP PKK HSU, Hj Noor Faijah Husairi, Forum Komunitas Hijau (FKH), Perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Amuntai-Balangan, dan beberapa perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten HSU.

Kegiatan ini merupakan langkah lanjutan Pemerintah Kabupaten HSU sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yakni Revolusi Hijau. Program ini menitikberatkan pada upaya pemerintah dalam membangun kepedulian warga untuk lebih mencintai lingkungan hidup, melalui gerakan menanam pohon. Adapun Pemkab HSU menyediakan 100 pohon untuk ditanam di fasilitas umum dan halaman seluruh SKPD di Kabupaten HSU.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati HSU, H Husairi Abdi Lc, mengatakan bahwa kegiatan ini sesuai dengan tema “Kerja Bersama, Memakmurkan Rakyat, Melestarikan Alam” yang mengandung arti pengelolaan hutan dan lahan tidak terlepas dari kegiatan semua pihak, baik dari instansi pemerintah maupun masyarakat.

Menanam pohon memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia maupun lingkungan. Terutama bagi daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang merupakan dataran rendah. Pada musim penghujan pohon menjadi media penahan dan penyimpan air tanah dan pada musim kemarau alam tentu tidak akan mudah mengalami kekeringan. Diharapkan dengan menanam pohon dapat menjaga kelestarian dan kualitas lingkungan hidup.

“Tidak dapat dibayangkan jika daerah Hulu Sungai Utara gundul tanpa pohon dan tanaman. Tidak ada antisipasi dalam menangani permasalahan banjir di HSU, tentunya udara juga tercemar karena tidak ada pohon yang berfotosintesis membersihkan dari partikel yang mencemari udara,” kata Husairi.

Wabup HSU, Husairi Abdi, juga mengatakan bahwa sejauh ini akar pohon diyakini sangat membantu menahan dan menyimpan air. Jika di musim kemarau, alam tentu tidak mudah mengalami kekeringan, karena pohon dapat menyimpan sumber air tanah yang sangat berguna baik ketika musim hujan maupun saat kemarau. Juga dengan banyaknya manfaat yang ditimbulkan dari pohon, diharapkan kita dapat terus membiasakan menanam pohon untuk kelestarian lingkungan.

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan mengangkat tema "Kerja Bersama Makmurkan Rakyat Lestarikan Alam", di halaman terminal Banua Lima Amuntai.
Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan mengangkat tema “Kerja Bersama Makmurkan Rakyat Lestarikan Alam”, di halaman terminal Banua Lima Amuntai.

Saat menanam pohon berarti menanam doa dan harapan untuk keberlanjutan generasi yang akan datang. Selain memperbaiki lingkungan, menanam juga harus memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Perlu dikembangkan sebuah model yang mampu mengkorporasikan petani, nelayan dan koperasi. Dengan cara seperti itulah dalam skala besar diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih jelas. Pergerakan ekonomi kita pun akan semakin baik.

Sudah saatnya semangat menanam pohon tertanam dalam diri kita. Menanam pohon merupakan upaya menyelamatkan bumi, menjaga keanekaragaman hayati, menghemat dan menumbuhkan mata air baru serta memberikan oksigen bagi kehidupan.

Seperti diketahui, degradasi hutan dan lahan yang disebabkan oleh pembalakan liar, perambahan hutan, pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan lain dan penggunaan lahan yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah konservasi, berakibat terjadinya bencana banjir, kekeringan dan tanah longsor maupun kontribusi yang nyata terhadap pemanasan global.

Upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan dengan merehabilitasi kembali hutan rusak dan lahan kritis melalui kegiatan menanam, baik secara keproyekan maupun gerakan menanam secara masal oleh masyarakat luas sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan.

Penghijauan lahan adalah aksi nyata menyelamatkan kondisi lingkungan yang terus memburuk. Melalui penghijauan, masalah lingkungan seperti banjir, kesulitan air bersih dan polusi udara yang frekuensi dampak lingkungannya semakin berkurang. Penghijauan salah satu cara mudah menyelamatkan lingkungan. Mempertahankan zona hijau dengan melakukan penghijauan/gerakan hijau akan memperbaiki kualitas lingkungan dan kehidupan mahluk hidup.

Penghijauan dapat mengembalikan fungsi resapan air. Resapan air bisa berupa lapangan bola, taman kota dan hutan kota. Memelihara kawasan resapan air tersebut merupakan aksi nyata gerakan penghijauan. Manfaat penghijauan di kawasan ini adalah mengurangi debit atau limpahan air saat musim hujan karena meresap ke dalam tanah dengan mudah. Upaya ini adalah cara untuk mencegah terjadinya banjir akibat pengurangan jumlah daerah resapan air.

Semakin banyak zona hijau maka kualitas air tanah semakin baik. Penghijauan sangat penting untuk mempertahankan zona hijau. Ketidakseimbangan proporsi luas lahan hijau dan zona terbangun akan merusak kualitas air tanah. Limbah yang meresap ke dalam tanah akan merusak kualitas air tanah sehingga berdampak pada kesehatan apabila air ini kembali dikonsumsi masyarakat.

Penghijauan pada koridor jalan juga berfungsi mengurangi polutan yang terbuang di udara. Tajuk pohon berfungsi membersihkan partikel padat seperti timbal dan akan menempel pada ranting dan batang pohon.

Tanaman dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi manusia, khususnya pada daerah yang beriklim tropis maupun subtropis. Pada daerah subtropis, dedaunan akan berguguran agar cahaya matahari dapat menyinari bangunan. Pada daerah yang beriklim tropis, pepohonan berdaun lebat berfungsi mengurangi efek langsung sinar matahari.

Pepohonan juga berfungsi menurunkan kadar partikel debu. Selain itu pepohonan juga mengurangi efek rumah kaca. Efek rumah kaca adalah penumpukan gas CO2 pada atmosfer yang menyebabkan bolongnya atmosfer, tapi pohon dapat mencegahnya karena hutan dapat mengubah 3,7 ton CO2 menjadi 2 ton O2. (Tim)