Dugaan Penggelapan Biaya Roya dan Splitsing Tanah, Notaris Duplik di PN Bangil, Pasuruan

Majalahfakta.id – Dugaan penggelapan biaya Roya dan Splitsing (memecah sertifikat) tanah di Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan yang dilakukan Notaris Wahayu Krisma Suyanto SH. Sebagai notaris itu dibantah olehnya, dan telah melakukan Duplik di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu (05/01/2022).

Untuk diketahui, Roya adalah pencoretan pada buku tanah Hak Tanggungan karena hak tanggungan telah hapus. Hak Tanggungan dalam roya adalah hak jaminan atas tanah untuk pelunas hutang tertentu, yang memberikan kedudukan diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lain.

Dalam sidang dipimpin Hakim Arizal Anwar, SH. MH, menghadirkan saksi-saksi dari pihak BRI dan Pembeli yang terkait dalam proses roya dan splitsing tanah di wilayah Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, luas tanah 1.677 meter persegi.

Anna Budiani, merupakan kepala Unit di Bank BRI Pasuruan dalam persidangan mengatakan, bahwa tidak ada bukti pembayaran Rp 2 juta dan Rp 20 juta. “Saya tidak tahu dan bukti itu tidak ada, jika ada pembayaran melalui bank, maka dapat diketahui jika ada transaksi pembayaran,” jelasnya.

Jika melihat pada surat keterangan dari Bank BRI no B17/unit/3511/II/2019 pada angka 3. Menjelaskan, pihak penjual Suciati yang di wakili Harsono Prayitno tidak kooperatif dan tidak bersedia menunjukkan lokasi tanah sehingga notaris tidak dapat melakukan proses selanjutnya.

Di tempat yang sama, Gatot Surahman (39) warga Pogar Bangil, sebagai pembeli tanah yang sekaligus saksi dalam persidangan mengatakan, dirinya telah melakukan pembayaran lunas kepada pihak penjual yakni Suciati selaku Ibu dari Harsono Prayitno selaku pemohon.

Dalam persidangan itu, ia mengatakan, bahwa bukti kwitansi telah diambil Harsono dengan alasan akan melakukan pengukuran ulang tanah, “Dengan alasan itu, saya  memberikan bukti kwitansi pembayaran kepada Harsono, dan saya tidak memegang bukti pembelian,” ujar Gatot dalam sidang.

Dalam hal ini Gatot sebagai Pembeli mengatakan dalam persidangan masih belum menguasai sebidang tanah yang sudah dibelinya, “Saya sudah membelinya dan melakukan pembayaran dengan lunas kepada Suciati Ibu Harsono, tetapi belum mendapatkan hak untuk menguasai sebidang tanah tersebut,” jelas Gatot.

Sebagai kuasa hukum dari Wahayu Krisma Suyanto SH.  Hilmy F Ali SH, MH mengatakan,  jika mengacu pada bukti dan saksi serta surat keterangan, maka pihak penjual telah melakukan wanprestasi sehingga merugikan dan menghambat hak orang lain.

“Ini tidak benar, dan tindakan tersebut tidak dibenarkan hukum, untuk itu pihak kami telah melakukan langkah hukum,” jelas Hilmy di persidangan.(ard/R01)