FAKTA – DPR RI Komisi V diminta tokoh masyarakat Musi Banyuasin (Muba), untuk mengusulkan ke Kementerian Perhubungan menghentikan sementara truk yang bermuatan melebihi Kapasitas.
Tokoh masyarakat dan ulama beserta masyarakat, se-Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan meminta kepada anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Selatan, Komisi V Ir. H. Isak Meki. MM, mantan Wakil Gubenur Sumsel, dari fraksi Demokrat dan Ir. Edy Santana Putra dari Fraksi Gerindra (Calon Gubernur Sumsel).
Agar mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan dan Kementrian PUPR agar menutup sementara truk yang mengangkut Sawit dan Karet, dari perusahaan PT. Pinago Utama, PT. Wahana, PT. London Sumatera, PT. GPI, PT. Astaka Dodol, PT. Aryani yang tonasenya melebihi kapasitas, mencapai 50 – 70 ton, yang melewati jalan yang sedang dibangun, tentunya itu percuma saja.
Lekat dan satu satu, jalan harus ditutup dulu untuk sementara.
“Makanya kami meminta kepada Komisi V untuk mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan dan PUPR yang mempunyai kewenangan itu, ” ujar M.Lekat.
Rombongan kepada Majalah Fakta, didatanginya sekitar pukul 3.00. Wib. Lebih lanjut dikatakan, Lekat kami sangat mengharapkan kedatangan anggota Komisi V DPR RI.
Melihat langsung ke lapangan, seperti yang dijanjikannya, setelah kami telah memberikan masukan pekan lalu.
Dia mengapresiasinya, masyarakat Muba yang memperjuangkan kerusakan jalan Jalinteng Muba dan jalan Kabupaten Muba yang sudah sangat para dan perjuangan sampai ke Jakarta.
Untuk diketahui ruas jalan, Betung, Sekayu, mangun jaya, yang dikerjakan PT. Wahana Jaya.
Dari pekan baru Riau dengan anggaran Tahun 2022 yang menggunakan APBN sebesar Rp265 miliar dan penawaran terendah Rp214 miliar.
Sementara ruas jalan Sanga Desa, Muara Lakitan dan Muara Beliti pengerjaannya PT. PAP dengan dana anggaran sebesar Rp65 miliar Kata Lekat mengakhiri wawancaranya. (ito/hai)






